MATATELINGA, Medan: Sumber Daya Manusia merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam. Tujuannya untuk tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Kaitannya dengan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, SDM masyarakat Indonesia pun bertumpu dan bersumber dari Pancasila sebagai tatanan kehidupan bangsa. Maka jelas bahwa potensi yang dimiliki setiap individu di Indonesia harus selalu berdasarkan / berasaskan terhadap pancasila dengan segala nilai-nilainya, karena pancasila merupakan dasar kehidupan bangsa dan cara hidup bangsa Indonesia.Hal itu dikatakan oleh Drs. H.Rijal Sirait anggota DPD/MPR RI disaat melaksanakan gelar rapat dengar pendapat bersama pelajar SMK Negeri 3 Medan di aula SMK Negeri 3 Medan Jumat (9/3/2018) pagi.Rapat dengar pendapat itu mengambil tema " Arah dan Tahapan Pembangunan Bidang Sumber Daya Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"Sementara Iman Kusnodin, S.Pd, M.Pd selaku narasumber mengatakan dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, manusia bisa mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di belahan dunia. Awalnya kata Iman, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan. Seiring dengan perkembangan zaman teknologi bukan hanya sebagai alat untuk mempermudah kegiatan, namun sebagai gaya hidup, tren dan prestise di kalangan para remaja. "Tentu dengan kemajuan IPTEK ini, dapat menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap tranformasi nilai-nilai budaya di kalangan masyarakat, khususnya remaja," sebut Iman.Perubahan yang terjadi pada perkembangan IPTEK tersebut terlihat sekali pada kalangan remaja. Pada masa ini, remaja memiliki sikap ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru, hal inilah yang membuat perkembangan teknologi beralih fungsi. "Pada saat ini, di Indonesia dapat dilihat begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai yang dianut para remaja, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan," ucap Iman.Sedangkan narasumber lainnya, Ir. H. Ahmad Parlindungan Batubara, M.Si menyampaikan bahwa sekarang ini, akibat perkembangan IPTEK banyak perilaku menyimpang yang terjadi pada remaja. Budaya barat yang dahulu hanya di adaptasi oleh remaja kota kini dengan adanya perkembangan IPTEKjuga telah melanda remaja desa. Yang dulunya remaja desa sering tolong menolong, gotong royong, sopan santun sekarang menjadi remaja yang individualistik."Sebenarnya dengan adanya kemajuan IPTEK, masyarakat dapat menemukan berbagai bahan bacaan penting yang sangat membangun, dapat mempermudah proses pembelajaran yang memberikan layanan pendidikan bagi siswa dengan menggunakan internet media, dengan internet memudahkan untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih mudah dan efektif, serta agar tidak Gaptek (Gagap Teknologi). Namun untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka masyarakat terutama kalangan remaja perlu wawasan yang mendidik," ucap Parlindungan. (mtc/rel)