MATATELINGA, Belawan: Sebanyak 400 orang personil diturunkan untuk menertibkan pedagang kaki lima di kawasan Jalan Marelan Raya pada Senin (19/3/2018) siang, berlangsung "ricuh". Pasalnya, para pedagang memberikan perlawanan sambil mengatakan bahwa Pemko Medan tidak peduli kepada warganya dan masalah tersebut dilaporkannya ke DPRD Medan dengan menumpang bus mereka berangkat kekantor DPRD.Salah seorang pedangan bernama Butet, mewakili puluhan pedagang mengatakan,selama ini mereka berdagang disepanjang Jalan Raya Marelan atas ijin Camat,Lurah dan mereka membayar kontribusi kepada Pemko Medan yang setiap harinya dikutif oleh Dinas Pasar yang bertugas di Pasar Marelan.Kami dipaksa masuk ke Pasar Marelan yang dibangun oleh Pemko Medan dengan membayar uang meja sebesar Rp 16 juta rupiah,manalah kami mampu membayar sebanyak itu,jika Rp 3 juta kami mampu,katanya, yang berdagang sayur mayur.Sewaktu Satpol PP Medan diterjunkan untuk mengusir para pedagang PK5 maka para pedagang tersebut langsung melawan dengan cara menghadang seratusan Satpol PP.Penghadangan tersebut sempat terjadi rucuh dan saling dorong yang akhirnya para pedagang kalah jumlahnya sehingga Satpol PP berhasil menghalau para pedagang.Ratusan Satpol PP yang dikerahkan Pemko Medan menertibkan meja meja pedagang dan kemudian mengangkutnya dengan truk dibawa kekantor Lurah Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.Pembongkaran lapak lapak pedagang K5 di sepanjang Jalan Raya Marelan dan di Jalan M Basir ini langsung disaksikan Camat Medan Marelan Chairuniza dan Lurah Rengas Pulau. Pengamatan wartawan ini dilokasi,bukan hanya lapak lapak PK5 saja dibongkar tapi kios kios dan bangunan yang menyeberang atau diatas paret juga dibongkar.(Mtc/Hendrik)