MATATELINGA, Sidempuan: Ratusan warga di dua desa yang berada di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan yakni Desa Siloting dan Desa Batang Bahal lakukakan aksi blokir jalan, Selasa (27/3/2018) siang. Dalam aksi tersebut, masyakarat menolak pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di lokasi tersebut.Kepada wartawan, salah seorang warga, Beni Simatupang mengatakan, aksi tersebut merupakan aksi spontan yang dilakukan masyarakat. Pasalnya, dari pertemuan yang mereka lakukan bebeberapa waktu lalu jelas menolak pembangunan TPA di lokasi tersebut. Sayangnya, meski mendapat penolakan tersebut pemerintah daerah malah tetap menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan akhir."Ini aksi spontan. Tidak ada yang mengordinirnya. Dimana, 3 minggu yang lalu ada pertemuan di Madrasah Batang Bahal, saat itu sudah jelas masyarakat menolak. Tapi kenapa pembungan akhir masih dilakukan," ucapnya kesal.Beni menjelaskan, penolakan yang dilakukan warga tersebut bukanlah tanpa alasan. Dimana, di dekat lokasi TPA tersebut terdapat sumber mata air yang menjadi kebutuhan masyarakat."Ada mata air disana. Dan semua masyarakat ini mengambil air disana. Makanya kami melakukan penolakan. Pasalnya, penolakan limbah sampah tersebut dapat mengancam kesehatan dan masa depan warga desa," cetusnya.Untuk itu, masyarakat meminta kepada Pemko Padangsidimpuan untuk duduk bersama guna mencari solusi. Lantaran, masyarakat tidak menginginkan kejadian ini menjadi polemik dikemudian hari."Yang kita minta disini pemerintah duduk bersama dengan kami untuk mencari solusinya. Karena, kita tidak ingin ini menjadi polemik di kemudian hari," ucap Beni.Dirinya juga mengatakan, mengenai persoalan tersebut, masyarakat sudah menyurati Presiden RI, Joko Widodo dan beberapa instansi lainnya. "Sudah kita surati presiden, menteri, Kapolri, Kapolda, Kapolres, Pj Walikota dan lainnya pada Senin lalu supaya dapat solusinya," pungkasnya.Amatan wartawan, guna mengantisipasi bentrokan antar warga dan petugas dari Dinas Kebersihan Kota Padangsidimpuan, tampak puluhan personil Polres Padangsidimpuan beserta Satpol PP Kota Padangsidimpuan di lokasi kejadian. Kepada warga, Waka Polres Kota Padansidimpuan, Kompol JW Sijabat meninta kepada warga supaya dapat menahan emosi."Kita minta semuanya bisa menahan emosi. Ini semua masih bisa dicari solusinya," pungkasnya. (Ind)