Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Muhammadiyah Dan NU Sumut Sambut Positif Kongres Umat Islam Besok

Muhammadiyah Dan NU Sumut Sambut Positif Kongres Umat Islam Besok

- Rabu, 28 Maret 2018 23:16 WIB
Matatelinga
MATATELINGA, Medan:  Kongres Umat Islam besok, Jumat (30/3/2018) disambut positif oleh dua Ormas Islam yang besar yakni Muhammadiyah Sumut,  dan Nadhdlatul Ulama (NU) Sumut. Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut Prof Dr Hasyimsyah Nasution, Rabu (28/3/2018) menyatakan pihaknya mendukung penuh terselenggaranya kongres ini demi memperkuat Ukhwah Islamiyah dalam menentukan peran politik, ekonomi, dan  sosial umat Islam. Agar ke depannya umat Islam memiliki langkah taktis dan praktis dalam menentukan sikap.          Menurut Prof Hasyimsyah, kegiatan ini sangat positif untuk dilakukan karena menghimpun sejuta gerakan umat Muslim. Selama ini berbagai organisasi islam hanya  melakukan dakwah sendiri-sendiri bukan secara bersama-sama ."Ini menunjukkan bahwa semakin pentingnya persatuan umat Islam ini. Gerakan ini dilakukan dari bawah. Organisasi Islam ini sama-sama ingin melakukan kongres secara bersama untuk menentukan sikap umat Islam secara politik, sosial dan ekonomi," ujarnya.Diterangnya, salah satu pembahasan saat kongres adalah peran umat Islam dalam menentukan pemimpin. Saat ini keterlibatan umat Islam dalam mengikuti Pilkada sangat rendah, contohnya saja di Sumut yang jumlah umat Muslimnya  mayoritas yaitu lebih dari 60 persen, namun keterlibatannya dalam Pilkada sangat menurun. Padahal dalam ajaran Islam menentukan pemimpin Muslim itu sangat penting. "Dari hasil kongres ini nantinya akan di bahas kriteria menentukan pemimpin dengan benar. Dari sini diharapkan nantinya dapat meningkatkan partisipasi pemilih untuk memilih pemimpin umat Islam," ungkapnya.          Ditambahkan, momen ini sangat tepat untuk mempersatukan kepedulian umat Islam terhadap pemerintah. "Agar  pemerintah tidak seenaknya saja dalam menentukan kebijakan, sebab umat Islam pasti yang paling banyak  dirugikan kalau kebijakan itu salah,  karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam," paparnya.   Prof Hasyimsyah juga mengatakan kegiatan ini sangat penting dalam  membangun ukhwah islamiyah meskipun sangat sulit menyatukan  berbagai pandangan umat Muslim. "Namun dengan gerakan-gerakan keumatan, umat Islam bisa menggalang  persatuan," ujarnya.     Dijabarkan, Kongres Umat Islam ini tidak ada sangkut pautnya dengan pemilihan gubernur atau pun bupati. Prospek ke depanya adalah pemilihan presiden 2019. "Hasil dari kongres ini nantinya  tidak hanya menjadi gagasan dan konsep saja, tetapi menjadi langkah rumusan untuk melanjutkan perkembangan bangsa ini dalam arti yang luas," terangnya.          Bagus DiikutiSementara itu di tempat terpisah, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut, Afifuddin Lubis menyambut positif kegiatan kongres ini. "Saya tidak tau persis materi yang dibahas, kalau isinya membahas tentang persatuan umat islam itu bagus. Setiap kegiatan yang menumbuhkan ukhwuah Islamiyah itu bagus untuk diikuti," ujarnya.      Namun saat ditanya mengenai sikap politik umat Islam dalam menentukan pemimpin di kongres itu Affifudin tidak banyak berkomentar. "Saya tidak mengetahui secara detail acaranya saya tidak bisa mengomentari hal itu terlalu panjang," ungkapnya. (Mtc/rel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita Sumut

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Berita Sumut

14 Tahun Matatelinga, Menapaki Anak Tangga Tak Perlu Harus Melompat