Matatelinga - Medan, Diduga akibat sakit jantungnya kumat saat cek cok, Poltak Tampubolon SH (50) warga Bajak I, Kel Harjo Sari III, Kec Medan Amplas tewas seketika di warung kopi milik Samsul (45) di Jalan Asrama Medan Helvetia.
Informasi yang dihimpun, awalnya korban yang merupakan pegawai Disnaker Sumut terlibat cek cok dengan Andi Bukit (40) warga Jalan Karya Medan.
Keributan ini berawal saat Andi Bukit bersama dua temannya dan mengaku sebagai Anggota Organisasi Kepemudaan (OKP), berniat menemui korban untuk membahas dan meminta sebuah gedung yang sudah tidak dipakai lagi untuk dipergunakan sebagai kantor.
Dari perbincangan itu, korban dan Andi serta dua rekannya terlibat cek-cok, pelaku sempat memarahi korban dan menarik kerah baju sembari menepuk pundak korban. Diduga karena sakit jantungnya kumat, korban seketika mengalami kejang-kejang.
Melihat itu, warga pun langsung melarikan korban ke RS Sari Mutiara. Namun, ketika dalam perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhir dan selanjutnya jenazah dibawa ke RS Sari Mutiara menunggu pihak keluarga.
Sementara, Andi Bukit langsung diamankan warga sekitar dan diboyong ke Mapolsek Helvetia guna diproses sesuai hukum sedangkan dua rekannya lagi berhasil kabur.
"Bapak itu tadinya sama kawannya itu duduk di warung kopi pak Samsul. Saya cuma lihat mereka ribut-ribut. Ditarik kerahnya tadi, enggak lama bapak itu kejang-kejang langsung dibawa ke rumah sakit. Tapi, udah meninggal katanya," ucap salah seorang warga.
Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia AKP Hendrik Temaluru saat dikonfirmasi mengatakan, masih melakukan penyelidikan.
"Masih kita lidik. Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Diduga penyakit jantung korban kumat. Pelaku juga sudah kita amankan," tandasnya.
(Don/Adm)