Matatelinga - Medan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) bersama jajaranya membantu pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) yang turut mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung. Bantuan diberikan sebagai bentuk solidaritas dan rasa kekeluargaan di jajaran pengawas pemilu."Ban tuan ini dihimpun secara sukarela dari jajaran pengawas pemilu di Sumut. Ikhlas hati karena kita ini adalah saudara," kata Pimpinan Bawaslu Sumut Bidang Pengawasan dan Humas, Aulia Andri usai penyerahan bantuan melalui Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karo, Jumat (14/2/2014) malam.Bantuan itu khusus diberikan kepada Panwascam dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) yang telah mengungsi selam 5 bulan lebih bersama ribuan pengungsi lainya. "Kalau dari nilainya, mungkin ini tidaklah besar. Tapi, lihatlah bagaimana solidaritas dan kekeluargaan di jajaran Panwaslu," sebutnya.Dia meminta pengawas pemilu yang turut di pengungsian tetap melaksanakan tugas pengawasan. Mengawasi potensi pelanggaran pemilu menjelang hari pemungutan suara yang semakin dekat. "Tetap semangat dan lihat kerawanan kecurangan. Khususnya mengenai pendataan pemilih," katanya.Sementara, Ketua Panwaslu Kabupaten Karo, Sukahati Sinuraya mengatakan, sebanyak 77 pengawas pemilu di Kabupaten Karo turut mengungsi. Terdiri dari 10 orang Panwascam dan 67 orang PPL. "Kawan-kawan kita sudah 5 bulan lebih berada di pengungsian. Atas nama kawan-kawan dari Kabupaten Karo, kami sampaikan terima kasih," sebutnya.Mengenai dana yang terkumpul dan mekanieme pembagianya, Panwas Kabupaten Karo akan berkoordinasi dengan Bawaslu Sumut, sehingga dana itu sakan memberi manfaat.(Adm)