MATATELINGA, Belawan: Menjelang Hari Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pemerintah Malaysia pulangkan TKI sebanyak 37 orang karena bermasalah dengan dokumen yang dimiliki menggunakan kapal KM Kelud yang tiba di Pelabuhan Belawan, Selasa ( 12/6/2018) bersama 3155 orang pemudik dari Pelabuhan Batam.Namun sangat disayangkan kepulang para TKI tersebut setibanya di Pelabuhan Belawan tampa adanya jemputan dari petugas PJTKI Sumatera Utara.Kapal Penumpang KM Kelud yang jatwalnya tiba dari Pelabuhan Batam menurut PT Pelni Medan tiba pukul 09.00 wib tapinya kenyataannya kapal penumpang tersebut molor dan baru tiba di Pelabuhan Belawan sekitar pukul 12.00 wib membawa penumpang yang mudik dari Pelabuhan Batam sebanyak 3155 orang diantaranya 37 orang TKI yang bermasalah asal Sumatera Utara.Usai kapal KM Kelud menurunkan penumpangnya sekitar pukul 04.00 wib dan langsung kapal dibersihkan,kemudian sekitar pukul 16.00 wib kapal baru berangkan ke Pelabuhan Batam dan direncanakan kapal tersebut tiba kembali di Belawan Hari Kamis pagi tanggal 14 Juni 2018.Para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebanyak 37 orang yang dipulangkan ke Indonesia ini pada umumnya warga Aceh,Padang,Tanjung Balai Asahan,Medan dan Langkat yang baru usai menjalani Hukuman dinegara jiran tersebut anatara 3 hingga 4 bulan lamanya.Sep[erti yang dikatakan Salmah ,30, warga Aceh dia dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia usai menjalani Hukuman selama 4 bulan karena Pasportnya sudah mati, lain halnya yang dikatakan Suratni ,26, warga Tanjung Balai Asahan ini dia lari dari majikannya karena sang mamajikan selalu mengerjainya setiap malam dan karena dia tak tahan maka melarikan diri dan ditangkap petugas Kepolisian Diraja Malaysia dan di Hukum selama 3 bulan.Kepala Cabang PT Pelni Medan Firdaus mengatakan kapal KM Kelud tiba di Pelabuhan Belawan membawa penumpang yang akan Mudik sebanyak sebanyak 3155 orang diantaranya 37 orang TKI.Kapal ini terlambat tiba di Belawan karena saat di Batam mengisi BBM dan Air untuk kepentinganpara penumpang dan para ABK kapal,maklum sajalah kapal kami terlambat kata Firdaus.(Mtc/Hendrik)