Matatelinga - Binjai, Sekitar 30 an warga Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, menyerbu Polres Binjai. Kedatangan puluhan warga yang terdiri dari kaum ibu dan anak anak ini meminta agar keluarga mereka yang ditahan pihak kepolisian dibebaskan, Kamis (20/2/2014) sekitar pukul 12.30 WIB.
Dengan membawa karton yang bertuliskan agar keluarga mereka dibebaskan. Puluhan warga ini terus berteriak tanpa memperdulikan siapapun yang melintas. "Tolonga pak, tolong pak. Tolong bebaskan keluarga kami. Sampai kapan mereka akan ditahan," teriak mereka memelas.
"Sudah 66 hari keluarga kami ditahan tanpa ada kejelasan sama sekali. Bagai mana nasib anak-anak kami dan kami sendiri. Tolonglah pak, tolong kami orang kecil ini," seru mereka kembali didepan pintu gerbang Polres Binjai.
Sayangnya, teriakan mereka seakan tidak digubris oleh pihak kepolisian Polres Binjai. Ada beberapa personil baik perwira dan bintara hanya melintas dan seakan mencueki mereka. Aksi demo yang biasa mendapat pengawalan ketat, kali ini personil kepolisian hanya berdiam diri saja di posko masing-masing.
Mereka hanyalah sebagian segelintir warga yang perlu perhatian dan mereka hanyalah sebagian korban. Seperti nasib Syariani (43) yang sangat mencemaskan nasib anaknya Syaril Anwar. Dimana anaknya ini masih bersetatus pelajar.
"Anak ku masih tercatat sebagai mahasiswa. Gimana nasibnya didalam, makan atau tidak dia. Gimana pendidikanya nanti, kasihanilah dia pak," lirihnya menitihkan air mata.
Dia dan beberapa warga lainya mengaku, jika yang diamankan pihak kepolisian terkait kerusuhan di Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur, beberapa waktu lalu.
Dimana saat itu ratusan warga yang mengatas namakan Masyarakat Adat Melayu Langkat/ Binjai, yang dikomandoi Sultan Indra Bungsu yang kini diburuh Polres Binjai hanyalah sebagai buruh upahan. "Mereka hanya buruh upah pak. Kami gak perduli dan gak urusan dengan Indra Bungsu. Kami hanya meminta keluarga kami dibebaskan," pinta mereka.
Setelah menggelar aksi dan orasi hingga beberapa jam. Akhirnya petugas kepolisian meminta dua orang perwakilan untuk diberikan arahan mengenai keterlibatan keluarga mereka. Dalam pertemuan dipimpin Kapolsek Binjai Selatan Kompol Zenratu.
Polisi bersikekeh tidak akan melepaskan para tersangka yang sudah diamankan karena membawa sajam. Sejauh ini pihak kepolisian mengenakan undanh-undang darurat terhadap mereka. Hingga kini para pendemo masih bertahan di Polres Binjai.
Ironisnya, meski puluhan warga diamankan terkait kerusuhan itu dan akan menjalani persidangan. Hingga kini Indra Bungsu, diduga dalang intelektual tak kunjung berhasil diamankan Polres Binjai.
(:endra/Adm)