MATATELINGA, Medan: Terkait dengan aksi di Tapanuli Utara di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU0)Taput sebelumnya, Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP M Silaen saat ditanya mengenai unjuk rasa di wilayah hukumnya menyebutkan, "Kami 100 persen netral dan tidak memihak pada pilkada serentak," Minggu (1/7/2018).Ia mengaku tidak mengetahui pandangan masyarakat menilai polri karena banyak provokasi yang dilakukan lewat media sosial (Medsos)."Pada prinsipnya kami selalu sampaikan ke anggota bahwa kita, polri harus netral dan tidak memihak ke mana-mana."ujarnya.Ia menceritakan seperti kemarin, pihaknya kemarin foto bareng Forkopimda untuk mengecek TPS bareng dengan Mendagri. "Namun kita yang selalu diserang tidak netral. Padahal sudah sering kali saya katakan bahwa kami netral dan tidak berpihak kepada calon manapun,"katanya.Terpisah, adanya unjuk rasa dari ribuan massa JTP Friends yang menyebutkan 'Turunkan Kapolres Tapanuli Utara' di depan kantor KPUD Taput pada Sabtu (30/6/2018) siang membuat Pamatwil Pilkada Taput Kombes Hendrik Marpaung angkat bicara.Kombes Hendrik Marpaung yang juga merupakan DirNarkoba Polda Sumut ini menjelaskan kepada ribuan massa, berdasarkan UUD Nomor 2 Tahun 2003 tentang tugas pokok Kepolisian adalah menciptakan Keamanan dan Ketertiban.Pelaksanaan Pilkada harus berjalan termasuk rangkaian prosesnya oleh itu kaitannya dengan Kepolisian siap mengamankan Pilkada Serentak, termasuk Pilkada Taput."Pasti kita berdiri pada jalur hukum, bagi yang salah akan dikenakan sanksi sesuai penjelasan dari Bawaslu. Tim khusus sudah disediakan dari tingkat Provinsi Sumut, untuk investigasi kecurangan di Taput, yang saat ini masih berjalan,"ujarnya seraya menyatakansegala yang dilakukan Bawaslu maupun pemerintah eksekutif itu dikawal keamanannya oleh kepolisian."Apabila ada kesalahan terkait keamanan dan ketertiban di Taput, apalagi perilaku anggota saya, laporkan langsung kepada saya,"katanya. (Mtc/rel)