MATATELINGA, Medan: Sudah tiga hari, Rara Syafitri ,12, tidak pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Kemuning 12 No. 232, Perumnas Helvetia, Kota Medan. Dia menghilang usai bermain di rumah temannya yang hanya beda gang sahja. nenek begitu merindukan cucunya. Perempuan berumur 12 tahun itu menghilang sejak Minggu (1/7) petang. Hingga kini belum ada kabar kemana Rara pergi. Sang nenek Herlina Rangkuti, 51 terus menunggui Rara di kediamannya.Kata sang nenek, sore terakhir itu, Rara bermain ke rumah temannya. Lokasinya juga tidak jauh. Hanya berbeda gang dari kediaman mereka. "Dari siang dia main-main di sana. Biasanya sore pun sudah pulang. Tapi ini sampai sekarang juga belum. Kami keluarga khawatir. Kata Herlina, Rabu (4/7/2018). Saat itu, Herlina memang tidak berada di rumah. Dia sedang menjenguk temannya yang sakit. Sepulangnya dari Rumah sakit, Herlina terkejut kenapa cucu kesayangannya belum ada di rumah. Sudah ditanyanya ke warga sekitar. Dia mendapat informasi kalau Rara dijemput orang yang menggunakan mobil pikap putih. Sayangnya, tidak ada yang tahu berapa nomor polisi mobil itu. Kabar itu pun didapatnya dari mulut ke mulut. Diduga kuat Rara diculik. Hal itu membuat Herlina kembali panik. Apalagi Rara merupakan anak tunggal. Kedua orangtuanya mencari nafkah di Kota Pekanbaru, Riau. "Rara bertemu orang tuanya setahun paling hanya bisa dua kali, tapi melihat kondisi keuangan. Kadang sedih juga melihatnya," kata Lina.Saat hilang, Rara mengenakan jilbab merah, baju ungu dan celana panjang abu-abu. Rara juga tercatat sebagai murid yang baru tamat SDN 066045. Dia juga dinyatakan lulus di SMP Negeri 18, tak jauh dari rumahnya. Kasus hilangnya Rara sudah dilaporkan ke Polisi. Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni sudah memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan. Dia juga sudah mengutus anggota untuk bertemu sang nenek. "Kita masih dalam tahap penyelidikan yah. Saya merasa prihatin, karena saya juga punya anak," kata Trila lewat sambungan telepon. Trila berjanji akan melakukan upaya semaksimal mungkin. Bahkan tak tanggung, Trila akan membentuk tim untuk mendalami kasus itu. "Akan kita upayakan semaksimal kita. Kalau perlu kita akan bentuk tim khusus nantinya," pungkasnya. (mtc/fae)