MATATELINGA, Medan: Terkait kasus teror yang menimpa Arief Tampubolon, salah satu Pimpinan media online drberita.com mendapat perhatian Polda Sumatera Utara.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja Senin (9/7/2018) mengatakan, pihaknya mendukung penyelidikan kasus penyerangan mobil milik Arief yang terajdi Kamis (5/7) dini hari. Tatan mengatakan selama ini jurnalis adalah mitra Polri dalam melakukan sosialisasi dan kritik."Untuk melakukan penyelidikan terhadap teror atau ancaman. Kita tetap profesional," kata Tatan saat berkunjung ke Warkop Jurnalis, Senin (9/7/2018) malam.Dia juga meminta para jurnalis memberikan informasi terbaru terkait kasus teror itu. Apalagi kasus itu sudah dilaporkan ke kepolisian."Kita tetap bersama para jurnalis. Mohon kalau ada info terbaru segera dikabarkan," katanya.Sebelumnya, Arief Tampubolon menceritakan kalau dirinya mulai mendapat teror sejak dia mendapat video penggerebekan judi yang pemainnya diduga penjabat Wali Kota Padangsidimpuan SH bersama para koleganya. Arief mengaku video itu didapat dari seseorang. Namun dia enggan menyebut siapa yang memberinya video itu.Pascavideo itu, banyak orang yang diduga kolega SH menghubunginya. Bahkan Arief diimingi uang agar tidak menyebarkan video tersebut. Dia menolak pemberian itu."Karena memang cuma saya yang punya video itu. Selama menjadi jurnalis dan menginfestigasi kasus. Jujur saya tidak pernah terima deal uang dalam kasus apapun. Tetap saya posisi meminta barang mahal. Hal itu dilakukan agar mustahil untuk diberikan oleh oknum yang akan melakukan suap," katanya.Arief berharap agar penegak hukum bisa menemukan pelaku yang melakukan teror. Bahkan dia mendesak polisi agar mengusut kasus dugaan teror yang di dapatnya."Saya meminta Mabes Polri untuk menangkap pelaku penyerangan. Kedua saya meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk menahan enam pemain judi yang ditangkap yang digrebek di salah satu Hotel di Kota Medan," tandasnya.(Mtc)