MATATELINGA, Medan: Sejauh ini langkah-langkah atau strategi yang telah dilakukan sebagai upaya melawan narkoba, diantaranya melalui strategi "Demad Reduction, supply reduction, penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkoba jera. Kemudian Harm reduction melalui pendekatan kesehatan masyarkat dlm rangka mengurangi dampak buruk penyalahgunaan narkoba".Demikian disampaikan oleh Kepala BNNP Sumut saat memaparkan laporannya pada acara peringatan basri anti narkoba internasional (HANI) tahun 2018 Provsu Kamis (12/7/2018) di Loka Rehabilitasi Kabupaten Deli Serdang.Lebih lanjut dipaparkan, sepanjang tahun 2017, BNNP Provsu sudah melaksanakan berbagai tugas seperti Demand reduction diantaranya berupa kegiatan advokasi, sosialisasi dan kampanye stop narkoba sebanyak 889 kegiatan dgn melibatkan 2.486.776 orang dari berbagai kalangan."Kemudian kegiatan pelatihan Penggiat anti narkoba 8 kegiatan dgn peserta sebanyak 280 org, test urine diikuti 14.740 orang dgn hasil 78 orang positif mengkonsumsi narkoba,".Di bidang rehabilitasi, lanjut Kepala BNNP Sumut, sedang mengikuti program rawat jalan sebanyak 1.264 org tersebar di loka rehabilitasi BNNP Provsu dan 13 BNNK kab/kota, kemudian rawat inap sebanyak 184 orang oleh LRKM. Serta 359 org mantan penyalahguna narkoba menjalani program pasca rehabilitasi oleh BNNP Provsu bekerjasama dgn Bapas kls I Medan, BNNK Binjai dan Tj. Balai.Sementara itu, untuk bidang Supply reduction, BNN, Polri serta Bea dan Cukai telah bekerjasama melakukan penindakan terhadap segala bentuk kejahatan narkoba."periode Januari s.d Desember 2017 berhasil diungkap 23 kasus narkoba dan 39 tersangka, meliputi 32 laki-laki dan 7 perempuan, serta barang bukti sabu-sabu 13.348,08 gram, ganja 3.006,23 gram, ekstasi 38.333 butir, ladang ganja 4 Ha, dan batang pohon ganja 40.000 batang,". Pangkas Kepala BNNP Sumut.