MATATELINGA, Medan: Seorang komplotan pembobol rumah mewah di Medan roboh diterjang timah panas petugas. Pelaku berinsial LCK ,40, warga Jalan Irian Barat, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur.sudah menjadi target polisi. "Dia ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan saat ditangkap di kawasan Jalan Pelajar pada Minggu malam kemarin, "ucap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Senin (23/7/2018). Pengungkapan ini berawal saat korban bernama Rudi melaporkan kasus pencurian di rumahnya di kawasan Jalan GB Yosua, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur pada Minggu (3/7). Dari dalam rumah itu, para pelaku menggasak uang dollar Singapura, Ringgit Malaysia dan perhiasan. Jika ditotal, kerugian yang didapat senilai Rp 700 juta. "Kita langsung melakukan penyelidikan saat itu. Pelaku ini ternyata punya komplotan. Jadi mereka memang sering membobol rumah," sebut Putu. Dari penyelidikan itu, petugas kemudian menangkap dua orang pelaku yakni, KAR alias ACG dan AP. "Kemudian dari pengembangan dua tersangka itu, kita menangkap LCK. Saat dilakukan pengembangan kasus, tersangka LCK melakukan perlawanan. Polisi sempat memberikan tembakan peringatan. Namun diabaikan oleh LCK, " sebutnya. Kini polisi masih memburu anggota komplotan berinisial ZG. "Dari hasil interogasi kepada LCK, pelaku sudah sering beraksi. Totalnya ada enam kali pelaku bersama komplotannya melakukan pembobolan rumah. Rata-rata yang mereka jadikan target adalah rumah-rumah mewah," urai Putu. Dari LCK, Pegasus menyita barang bukti antara lain, uang Rp 300 ribu sisa hasil pencurian dan dua unit telepon genggam. Kini LCK pun mendekam di sel tahanan Polrestabes Medan. Tim Pegasus juga masih mencari keberadaan satu anggota komplotan itu. (mtc/fae)