MATATELINGA, Asahan: Tewasnya tiga orang pekerja tower yang ditekukan tergeletak di dalam tenda biru di dusun III afdelling VI desa Perkebunan Hessa, tepatnya di dalam areal perkebunan PTPN III kebun Sei Dadap kecamatan Simpang Empat Asahan, Rabu (1/8/2018).Kasat Reskrim Polres Asahan AKP.M.Arif Batu bara,SIK yang didampingi Kapolsek Simpang Empat AKP.Supriyadi YTO,SH dan kanit Jatanras Ipda.M.Khomaini, STK dilokasi kejadian, mengatakan kematian tiga orang pekerja tower diantaranya Dika ,35, Diran ,40, warga Sei Mangke Kecamatan Lima Puluh kabupaten Batubara serta Riduan Eka ,30, warga desa Antara Lima puluh kabupaten Batubara , setelah dilakukan pemeriksaan awal okeh tim identifikasi Polres Asahan, ketiga jenasah tersebut tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh ketuga jenasah tersebut, namun demikian kami tetap melakukan Visum Et Repertum (VER) ke RSUD.HAMS Kisaran guna kelengkapan proses penyidikan, ujarnyaLebih lanjut Kasat Reskrim AKP.M.Arif Batubara mengatakan untuk sementara kematian tiga pekerja tower listrik tersebut diakibatkan dari keracunan makan dan adanya gas buang dari mesin listrik yang digunakan pekerja tersebut untuk menerangi camp yang digunakan untuk istirahat.Tiga orang yang tewas tersebut saat ini sudah dievakuasi ke RSUD HAMS kisaran guna di lakukan VER, dan bila nanti terdapat kejanggalan dalam kematiannya setelah dilakukan VER oleh pihak medis di RSUD.HAMS Kisaran, maka kami akan lakukan otopsi ke Rumkit yang berada di Pematang Siantar, dan untuk korban keracunan yang selamat atas nama Kiki ,35, warga desa Antara Lima puluh saat ini sedang menjalani perawatan medis di Klinik terdekat di Sei Kamah II ,ungkapnya.Secara terpisah mandor pekerja pemasangan tower listrik Paringan ,63, warga Sei Suka kabupaten Batu bara saat dikonfirmasi di Mapolsek Simpang Empat kepada Matatelinga.com mengatakan saya mendapat kabar kejadian ini sekitar pukul 07.30 wib, dan setelah saya bertemu dengan Kiki yang sedang menjalani perawatan, didapat keterangan bahwa pada Selasa (31/7/2018) sekira pukul 18.00 wib, mereka melakukan kegiatan makan malam, dan beberapa saat kemudian mereka merasakan rasa mual dan tidak sadarkan diri hingga pagi hari Rabu (1/8/2018).Kiki yang masih selamat selanjutnya minta pertolongan kepada seseorang untuk diantarkan berobat, sementara cucu saya Diki dan Diran serta Riduan Eka sudah meregang nyawa.Kami keluarga yang mengalami musibah ini mohon kepada pihak Kepolisian setempat, agar ketiga jenasah tersebut tidak dilakukan otopsi, keluarga sudah menerimakan musibah ini, pungkasnya.(Mtc/ben)