MATATELINGA, Medan: Lima titik kampung Narkoba, di wilayah Hukum Polsek Medan Kota, digrebek tim Pegasus Polsek Medan Kota. Dalam giat GKN tersebut, kata Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani pihaknya berhasil mengamankan SR ,30, warga Jalan Katamso, gang Kesatria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.Ia mengaku pihaknya melakukan penggerebekan pada Senin (30/7/3018) sekitar pukul 18.00 WIB.Adapun barang bukti yang diamankan berupa 11 amplop kecil yang diduga narkoba jenis ganja kering, dua bungkus kertas tiktak, 20 lembar kertas yang sudah digunting warna coklat yang diduga digunakan sebagai bungkus daun ganja kering dan satu dompet warna merah."Itu merupakan satu dari lima titik prioritas yang menjadi kunci kita dalam penggerebekan,"kata pria dengan melati satu dipundaknya ini.Mengenai di mana-mana saja titik yang menjadi prioritas tim Pegasus Polsek Medan Kota, Revi enggan mengatakan tidak bisa dipublikasi."Nanti kalau kita beritahu, pasti bukan penggerebekan lagi,"ujarnya seraya tertawa saat berada di pressroom Polsek Medan Kota, Selasa (31/7/2018).Ia menceritakan, pihaknya berhasil mengamankan satu tersangka yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) karena saat Tim Pegasus masuk ke Jalan Katamso, gang Kesatria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, SR yang berjualan kedai kelontong langsung menunjukkan gelagat mencurigakan.Tim Pegasus yang dipimpin langsung Kanit Polsek Medan Kota Iptu Suhardiman langsung menunjukkan surat yang menyatakan pihaknya sedang melakukan penggerebekan kepada wanita berhijab yang ada di toko kelontong tersebut."Setelah menunjukkan surat tersebut, kita langsung menggeledah toko kelontong itu. Dan saat digeledah, kita menemukan 11 bungkusan kecil yang berada di dalam dompet merah. Dan saat bungkusan tersebut dibuka, ternyata ada ganja kering,"kata Revi.Mantan Kapolsek Medan Barat ini menyatakan pihaknya langsung menggeledah seluruh toko kelontong."Karena ada barang bukti yang kita temukan, dengan terpaksa SR yang sedang memegang anaknya itu kita bawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,"ujarnya.Ia mengaku, pihaknya serius dalam menangani kasus narkoba karena sangat mengganggu dan merusak masa depan bangsa."Narkoba ini sangat bahaya, karena akan menimbulkan kejahatan lain. Apabila mereka butuh, dan tidak ada duit, pasti mereka melakukan kejahatan untuk mendapatkan duit dan membeli narkoba,"kata Revi.