MATATELINGA, Medan: Satpol PP terlibat aksi saling dorong dan pukul dengan pedagang di pasar Pringgan jalan Iskandar Muda Medan, Rabu (1/8/2018).Keributan antara ratusan petugas Pol PP kota Medan dengan pedagang pasar Pringgan terjadi saat petugas berusaha mengambil alih bangunan kantor yang menjadi aset pemerintah kota Medan yang kini di jadikan kantor Koperasi pasar Maju Jaya Bangkit oleh para pedagang.Keributan meluas, setelah pedagang melempari petugas yang akan melakukan penertiban dengan batu, botol air mineral dan air sabu.Kesal dengan aksi pelemparan, tanpa di beri komando langsung mendekati dan mendorong pedagang agar menjauh dari ruangan kantor yang menjadi aset.Aksi saling dorong mengakibatkan, sejumlah pedagang terjepit saat mempertahankan gedung kantor pasar Pringgan." Kita hanya ingin mengambil aset negara yang kini di kuasai oleh pedagang pasar Pringgan, " kata Sekretaris Dinas Pol PP kota Medan, Rahmat Harahap, kepada wartawan, Rabu (1/8).Pengambilan alih aset ini sudah berkali- kali di lakukan, namun selalu gagal karena di halangi pedagang." Pengelolah sudah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelolah pasar. Namun pedagang tetap bertahan dan pihak ketiga tidak bisa menjalankan aktivitasnya ," ungkap Rahmat.Sementara , Marni Gunting, pedagang pasar Pringgan mengaku Pemko Medan tidak punya hak mengambil alih pasar Pringgan ." Kami para pedagang, masih memiliki surat ijin dan sertifikat yang di keluarkan PD Pasar, " kata Marni kepada wartawan.Pedagang curiga Pemko Medan sudah menjual aset negara kepada pihak ketiga yang akan mengelolah pasar Pringgan Medan." Kami tidak tahu, apa pemkot Medan ada kongkalikong dengan pihak ketiga," ungkapnya.Keributan ini mengakibatkan, sejumlah pedagang mengalami luka akibat terjepit." Pol PP dengan anarkis dan brutal melukai pedagang," tambahnya.