MATATELINGA, Tobasa: Siapa yang tidak kenal dengan ganasnya aliran sungai Asahan. Sungai ini merupakan aliran sungai danau Toba yang melewati Asahan hingga ke laut. Sungai ini merupakan sungai yang terganas nomor 3 di dunia. Jika sudah pernah mengarungi aliran sungai Asahan ini, maka anda memiliki nyali yang besar dan tangguh.Namun hal ini tidak menyurutkan niat para petinggi Tobasa ini. Mereka tertantang untuk terjun dan mengarungi derasnya aliran sungai. Bahkan mereka lebih dulu mendaftar agar bisa di barisan terdepan melakukan arung jeram pada Selasa, (7/8/2018). Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian beserta ibu Brenda Ritawati Darwin Siagian dan wakil bupati Ir. Hulman Sitorus dan Ibu Iin Hulman Sitorus mendapatkan posisi pertama.Tak hanya itu, plt. Sekda Harapan Napitupulu dan Wakapolres Arifin Siagian ikut juga terjun menantang alam.Namun ada juga yang tidak berani turun ke sungai. Padahal sebelumnya mereka sudah punya semangat yang tinggi sebelum melihat kondisi air yang sebenarnya. Setibanya di lokasi start awal dan melihat gelombang air sungai Asahan yang ganas, nyali merekapun hilang. Padahal, mereka sudah menggunakan pelampung, helm dan kayak. Diantaranya, kepala dinas sosial dr. Raja Ipan Sinurat, kadis Koperindag Marsarasi Simanjuntak, Kadisnaker trans dan masih banyak lagi. Merekapun akhirnya kembali ke warung kopi dengan menaikki tangga seribu yang cukup melelahkan. Sementara camat Siantar Narumonda Lahsa Manullang berani mengambil keputusan untuk ikut melakukan rafting ala kelas dunia.Para pemula arung jeram ini dipandu para pemandu yang sudah lulus sertifikasi dan membawa mereka di jalur pendek yang aman dan gelombang airnya yang bagi pemula tetap mengerikan. Mereka tidak diijinkan memulai rafting (arung jeram) dari start awal lomba kelas dunia dari jembatan Parhitean.Di jalur kelas dunia ini sangat berbahaya bagi pekayak profesional sekalipun apalagi bagi pemula. Di jalur ini memiliki jalur yang di namakan NECK yaitu jalur yang mematikan. Tidak banyak pekayak profesional yang bisa melewati ini. Jika sudah bisa melewati ini maka anda merupakan pekayak yang handal dan bernasib baik.Pekayak pemula seperti rombongan bupati ini harus dipandu oleh 3 orang satu kayak. Setiap kayak diisi 7 orang. Mereka harus menggunakan helm, pelampung dan kayak. Sebelum memulai rafting, terlebih dahulu para pemandu memberikan arahan agar para pemula agar tahu apa yang mereka lakukan ketika mengarungi sungai ganas ini.Disamping itu, ada tim rescue yang selalu melakukan pemantauan ketika dibutuhkan mereka sudah sigap dan bisa dengan cepat melakukan pertolongan."Ini perlu kita viralkan agar masyarakat pecinta kayak bisa tau dan datang mencoba ilmunya. Kami hanya terjun di jalur yang aman dan bagi kami pemula ini jalur yang ganas" ungkap bupati sembari menikmati kopi hitam setelah selesai melakukan arung jeram.Nah, bagi anda pembaca yang berminat untuk mencoba adu nyali, silahkan datang ke Parhitean Tobasa yang berada di Kecamatan Pintupohan Meranti Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara.Dengan menempuh perjalanan 2 jam dari pusat kita Balige, anda sudah tiba dilokasi yang dituju.Kepala dinas pariwisata Audi Murphy Sitorus bertekad akan melakukan kegiatan rutin setiap tahun dan mengundang para pekayak." Sungai Asahan ini memang suatu anugerah besar bagi Toba Samosir selama ini belum kita olah menjadi event di Toba Samosir terutama untuk wisata. Dan kita berencana tahun-tahun berikutnya akan kita buat agenda rutin di Toba Samosir bagaimana supaya kita bisa mendatangkan wisatawan. Apakah bentuknya lomba atau eksebisi. Kalau lomba harus mendatangkan orang yang profesional sedangkan untuk eksebisi, siapapun yang berminat bisa melakukan rafting (arung jeram)" terang beliau.(Mtc/Pintor)