MATATELINGA, Sergei: Pertemuan Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dengan melakukan langkah - langkah strategis dalam memberantas Filariasis (kaki gajah) di Kabupaten Serdagang Bedagai (Sergai).Dalam pertemuan Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dengan pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis (kaki gajah) yang difasilitasi Dinas Kesehatan Serdang Bedagai (sergai), diselenggarakan di Aula Sultan Serdang, Sei Rampah.Pertemuan ini dibuka Bupati Sergai Ir H Soekirman, Kadis Kesehatan dr Bulan Simanungkalit, Narasumber Sunardi, Kemenkes RI dr Windi Maidesi, M.Kes, Dinkes Provsu, OK Syahputra Harianda, LSM Pusaka, Kepala OPD, para Camat, Kepala Puskesmas se-Sergai serta Perwakilan lintas sektoral.Bupati Sergei Soekirman menyebutkan, penyakit Filariasis (kaki gajah) merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan cacing microfilaria yang merusak sistem limpatik sehingga menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, payudara dan skortum.Untuk mencegahnya ada dua strategi yang harus dilakukan, pertama memutuskan rantai penularan dengan POPM Filariasis kepada seluruh penduduk di daerah endemis menggunakan obat Diethilcarbamazin Citrate (DEC) 6mg/kb bb Albendazol 400 mg sekali setahun selama minimal lima tahun. Kemudian yang kedua, perawatan kasus klinis penyakit kaki gajah, baik kasus klinis akut maupun kronis.Disampaikan Soekirman, berkaca dari polemik vaksin MR, hal ini dirasa karena kurangnya tingkat pendidikan, sebab manfaat dari vaksin tersebut sangat penting bagi diri pribadi guna menangkal terjangkit penyakit berbahaya tersebut, terlebih Kemenkes telah merekomendasikan pemberian obat pencegahan massal tersebut.Dengan koordinasi yang dilaksanakan dalam rangka pembahasan perkembangan pencegahan penularan penyakit kaki gajah bersama Kemenkes, Dinkes Provsu, Dinkes Sergai dan pihak terkait hari ini, diharapkan target eleminasi kaki gajah di Kabupaten Sergai dapat segera tercapai.Bupati juga berpesan agar jangan bosan untuk terus berbuat baik tanpa mengharapkan pujian dari siapapun. Yang biasa itu belum tentu baik, namun yang baik itu tentunya harus dibiasakan, pungkasnya.Kadis Kesehatan Sergai dr Bulan Simanungkalit mengatakan berdasarkan hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Sergai bekerjasama dengan Kemenkes tahun 2005 menemukan penderita Filariasis di 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Tebing Tinggi sebanyak 5 kasus, Teluk Mengkudu 5 kasus, Pantai Cermin1 kasus, Sei Rampah 1 kasus dan terakhir tahun 2011 Kecamatan Bintang Bayu dengan 1 kasus.Tahun 2018 ini Sergai sudah datang melaksanakan pengobatan massal tahun kelima. Hasil dari pengobatan yang telah dilaksanakan mencapai rata-rata 80% setiap tahunnya."Kita berharap cakupan tersebut dapat ditingkatkan lagi. Harapan kedepannya terhadap semua yang hadir dapat terlibat dalam pelaksanaan pemberian obat pada Bulan Oktober nanti yang dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia di daerah yang endemis Filariasis," ungkapnya.Kegiatan ini dirangkai dengan penyampaian paparan program pencegahan dan eleminasi Filariasis dari Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provsu serta LSM Pusaka(Mtc)