MATATELINGA, Medan: Untuk kesekian kalinya, ratusan pengemudi taksi online menggeruduk kantor manajemen Gojek di Kompleks CBD Polonia, Kota Medan, Jumat (10/8) siang. Ratusan driver yang tergabung dalam Aliansi Driver Online (ADO) ini menuntut manjemen untuk menghapuskan beberapa sistem yang dianggap telah merugikan driver. Sistem yang mereka tuntut adalah soal bonus, insentif dan suspend atau pemberhentian driver. "Manajemen harus transparan dalam menentukan bonus driver. Lalu coba ditinjau kembali akun yang di suspend," kata Sujadi salah satu driver. Massa menilai, skema pemberian bonus yang saat ini diberlakukan sangat membebani para driver. Mereka harus mendapat trip yang lebih banyak baru bisa mendapatkan bonus. Pun begitu, dengan trip yang cukup banyak, bonus yang di dapat tidak sebanding. Sebelum sistem berubah, driver bisa mendapat omzet bonus Rp 300 ribu untuk 16 trip. Namun kini, manajemen memberlakukan 18 perjalanan dengan bonus Rp 190 ribu. "Satu hari kita itu hanya bisa 10 orderan. Itupun udah dari pagi hingga malam," sambung driver lainnya. Kondisi minimnya orderan juga diperparah dengan jumlah driver yang semakin bertambah. Manajemen terus membuka pendaftaran untuk driver baru. Massa menggelar mimbar bebas orasi di depan kantor manajemen yang sudah tertutup rapat. Selama berorasi, tidak satupun pihak manajemen yang menemui mereka. Aksi unjuk rasa itu sempat diwarnai kericuhan. Para driver tersinggung karena tidak ada pihak manajemen yang menemui mereka. Massa memaksa masuk ke dalam kantor. Ada yang memanjat ruko dan mencopot spanduk Gojek dan menggantinya dengan tuntutan mereka. (mtc/fae)