MATATELINGA, Medan: Dalam waktu dekat, dua kegiatan skala internasional akan digelar di Kawasan Danau Toba. Kedua kegiatan itu yakni, Samosir Music International (SMI) dan Event Olahraga Bersepeda Grand Fondo New York Indonesia – Samosir (GFNY).Event musik ini akan dilaksanakan pada Sabtu, tanggal 25 Agustus 2018 bertempat di Open Stage Tuk Tuk Siadong Samosir. Ada 3 negara yang berpartisipasi di acara ini yaitu Indonesia, Austria dan Belanda. Tahun 2017, event dengan judul yang sama mampu menyedot sekitar 30 ribuan penonton dan 10 persennya adalah wisman. Untuk Event olahraga Grand Fondo New York Championship Asia yang nantinya akan berlangsung tanggal 2 September 2018 start pukul 06.30 WIB di Tuk Tuk Siadong Samosir.Event SMI dan GFNY sendiri sama-sama memasuki tahun pelaksanaan ke-4 kalinya di tahun 2018 yang mengambil venue Samosir. "Ini menjadi momentum yang sangat baik bagi pariwisata Danau Toba, kedua event ini kami sangat optimis mampu mencapai target mendatangkan lebih kurang 10.000 pengunjung sampai pertengahan September di kawasan Danau Toba", demikian disampaikan oleh Direktur Utama BPODT pada press conference yang digelar di Medan, Senin (20/8/2018).Turut hadir pada kegiatan konfrensi pers ini yaitu Bupati Tobasa Rapidin Situmorang, Kadisbudpar Provsu Hidayati, Henri Manik (Project Manager SMI) dan Tenne Permatasari perwakilan GFNY. Dalam kesempatan itu, Henri Manik mengatakan persiapan acara menjelang event SMI pada akhir minggu ini sudah rampung dan final. "Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi atas support dan bantuan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten, BPODT serta seluruh musisi yang akan tampil akhir minggu ini. Persiapan yang matang terutama venue dan artis pendukung sudah matang", ujar Henri Manik. Event tahunan yang masuk ke Calender of Event Horas Samosir Fiesta ini akan mengundang pengisi acara yang keren dan berasal dari para musisi lintas negara seperti Herman Delago, Nadine Beiler, JB'S Band Austria, Bernadeta Astari asal Belanda. Mereka ini akan berkolaborasi dengan sederet artis tanah air seperti pianis Yosephine Madju, Viky Sianipar, Alsant Nababan, Louis Sitanggang, Tongam Sirait, Jajabi Band, Boraspati Group dan Halak Hita Group."Kami ingin menunjukkan pada Indonesia juga pada Dunia Internasional bahwa nilai Habatakon dapat dikemas apik dan manis dengan musik. Musik adalah bahasa universal, dengan musik kami ingin memperkenalkan budaya kami kepada masyarakat luas supaya bisa dinikmati dan dipromosikan menjadi daya tarik lokal berkelas internasional", ungkap Bupati Samosir Rapidin Simbolon. Kegiatan inipun harus disambut dengan apresiasi yang tinggi kepada pihak penyelenggara kegiatan. "Samosir sangat berpotensi untuk mencuri perhatian pecinta road bike karena destinasinya yang cantik, dikelilingi oleh Danau Toba, perbukitan hijau dan sawah membentang. Sisi hobi olahraga dan travelingnya terpenuhi." ujar Arie Prasetyo pada keterangan persnya. Persiapan yang sudah dilaksanakan semenjak April 2018 sudah tahap final. Partisipasi aktif dari Kabupaten Samosir seperti pengamanan dan koordinasi untuk clear jalan sudah dikondisikan dengan aparat keamanan. Peserta GFNY ini berasal dari kalangan umum baik dari lokal maupun mancanegara. "Dukungan penuh kami berikan untuk kemajuan pariwisata Samosir khususnya Danau Toba, sehingga target kunjungan wisatawan mancanegara meningkat di tahun 2018. Kami mengharapkan dukungan dan peran aktif dari semua pihak yang terlibat khususnya rekan – rekan media yang hadir hari ini untuk mensukseskan kedua event internasional ini". Demikian tutup Rapidin. (mtc/fae)