MATATELINGA, Tobasa: Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi melakukan peluncuran kapal Ro-Ro 300 Gross Tonage (GT) di Pantai Pasir Putih Desa Parparean II, Kecamatan Porsea. Kapal yang diberi nama Ihan Batak ini dikerjakan di Cirebon dan kemudian dilanjutkan pengerjaannya setelah diangkut lewat jalur darat ke Porsea.Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak ini merupakan kapal pertama yang dibangun di kawasan Danau Toba. "Usulan nama ini dari Bupati dan tokoh masyarakat setempat. Akan ada pembangunan kapal 2 lagi dalam waktu dekat. Namun kapal kedua akan diperkecil karena ukuran dan biaya operasional lebih besar kalau kapalnya sebesar ini." ucap Budi.Budi menyatakan hal yang terpenting adalah bagaimana cara masyarakat dan pemerintah daerah setempat memperbaiki aspek keselamatan pelayaran di Danau Toba. "Kejadian kemarin (kapal tenggelam) adalah momentum bagi kita semua. Maka keselamatan pelayaran harus dilakukan dengan mengubah budayanya," tegas Dirjen Budi.Kontrak KMP Ihan Batak berlaku sejak 28 Agustus 2017, dengan jadwal pembangunan memakan waktu selama 15 bulan. Pembangunan KMP Ihan Batak pun sudah hampir rampung dan mencapai 90%, diprediksikan pada akhir Oktober sudah siap diserahterimakan. Pada Desember 2018, kapal ini ditargetkan sudah dapat beroperasi dan melayani penumpang guna Angkutan Natal Tahun Baru mendatang.Darwin Siagian, Bupati Toba Samosir atas nama masyarakat sekitar Danau Toba menyambut baik adanya kapal ini. "Ihan Batak adalah ikan asli yang ada di Danau Toba, masih ada tapi sekarang sudah sulit. Nantinya kapal ini akan melayani rute Ajibata-Simanindo dan sudah bisa dipakai saat Natal. Mari kita tokoh adat dan tokoh masyarakat membantu program pemerintah ini," seru Darwin saat memberikan kata sambutan pada acara tersebut.Sementara Direktur BPODT Arie Prasetyo mengatakan dengan peluncuran KMP Ihan Batak maka penyeberangan ke Samosir semakin lancar. "sampai thn 2020 akan diluncurkan 4 Unit kapal penyeberangan . Saat ini juga sedang berlanjut fabrikasi 1 unit lagi. Ini adalah bentuk Komitmen Negara yang dipimpin Bpk Presiden Joko widodo bahawa Danau Toba ditetapkan menjadi Destinasi Parawisata International" sebutnya. (mtc/fae)