Matatelinga - Binjai, Pemadan listrik yang terjadi sejak 2 bulan terakhir diseluruh wilayah Sumatera Utara membuat sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk biaya minyak genset.
Di Binjai, hampir seluruh pemilik UKM mengeluhkan dengan adanya pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Salah seorang pemilik depot air isi ulang Alang Water dikawasan jalan Imam Bonjol, Irvan Purba mengatakan, sejak terjadinya pemadaman listrik bergilir yang dilakukan pihak PLN, dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan mulai 40 ribu hingga 50 ribu untuk minyak genset agar depot miliknya tetap bisa beroperasional seperti biasa.
"Semenjak pemadaman, kami harus mengeluarkan biaya tambahan, gara-gara ini, pendapatan kami berkurang," jelas Ivan.
Dia melanjutkan, bila pemadaman ini terus terjadi kemungkinan alat-alat operasional depot juga dapat mengalami rusak akibat mati mendadak.
Hal senada juga dikatan Fitri, pemilik usaha foto copy dan percetakan Grafiti dikawasan jalan Kartini Binjai. Untuk biaya genset, dirinya terpaksa mengeluarkan biaya hingga mencapai 90 ribu perharinya.
Selain itu, akibat seringnya pemadaman listrik yang terjadi 2 hingga 3 kali dalam sehari, 1 unit mesin foto copy miliknya rusak.
"Gara-gara mati lampu, mesin foto copy saya rusak akibat mati mendadak, kalau sudah begini, omset saya berkurang, sementara pihak PLN mana mau menggantinya," pungkas Fitri.
Selain itu, hal yang sama juga dialami Dodo, pemilik warung internet di jalan Hasanuddin Binjai, gara-gara pemadaman listrik, 3 unit komputer miliknya jebol dan rusak.
"3 unit komputer saya jebol, kemana saya harus mengadu tentang kerusakan ini, sementara PLN sesuka hatinya saja memadam listrik," pungkasnya kesal.
Hingga kini, belum ada kepastian dari pihak PLN terkait pemadaman listrik bergilir ini. Sementara itu, pemilik usaha kecil berharap agar pemerintah segera mengatasi krisis listrik yang melanda Sumatera Utara.
(Hendra/Adm)