MATATELINGA, Medan: Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII Tahun 2018 yang akan digelar di Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 4 - 13 Oktober 2018. MTQ Nasional XXVII Tahun 2018 mengusung tema "MTQ Mewujudkan Revolusi Mental Menuju Insan Yang Qurani".
Pada acara Seminar Informasi Aktual Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dengan tema "MTQ Nasional XXVII Tahun 2018 dan Kita" di Grand Antares Rabu (12/9), Dirjen Bimas Islam Kemenag RI selaku Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional Prof. Muhammadiyah Amin berharap, perhelatan ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan saja, tetapi juga dapat memberi makna dalam mendekatkan umat dengan nilai-nilai Alquran.
Secara rinci, Muhammadiyah Amin menyampaikan bahwa Sumut sudah 2 kali menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ Nasional. Yang pertama adalah MTQ N IV Tahun 1971 dan yang kedua adalah tahun ini, MTQ N XXVII Tahun 2018. Berarti 47 tahun Sumut menanti untuk bisa kembali sebagai tuan rumah.
"Baru dua Provinsi yang sudah dua kali menjadi tuan rumah MTQ Nasional, yaitu Mataram (NTB) dan Medan (Sumut). Padahal, masih ada 9 provinsi yang belum pernah menjadi tuan rumah (Kaltara, Bangka Belitung, Papua Barat dan provinsi lainnya). Pelaksanaan MTQ N XXVIII tahun 2020 sudah ada beberpa Provinsi yang mengajukan jadi tuan rumah.
"Melalui pelaksanaan kegiatan MTQ yang telah membudaya di Tanah Air, sebagai angin segar bagi umat Islam untuk lebih giat dan gemar membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Alquran sebagai pedoman hidup yang menuntun manusia kepada perilaku yang baik dan benar", tandas Dirjen Bimas Islam Kemenag RI.
Acara seminar dihadiri Sekda Provinsi Sumut Hj. Sabrina, Asisten Administrasi Umum Jhoni Waldy, guru besar Prof. Syahrin Harahap, puluhan jurnalis media cetak, elektronik dan online.
"Acara MTQ Nasional yang digelar di Medan adalah acara bergengsi, karena akan dihadiri kafilah dari berbagai daerah dan akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Sumut," pungkasnya.