MATATELINGA, Medan: Jurnalis Senior Darma Lubis saat pemaparannya mengatakan, ia berharap isi buku 'Jokowi Istiqomah Membangun Negeri' hendaknya dilengkapi dengan pembahasan multikulturalisme yang ada di Indonesia. "Indonesia ini sangat beragam, hendaknya kita membahas dari sudut kebhinekaan yang kita miliki. Agar seluruh relawan dan rakyat Indonesia tahu kekayaan bangsa kita. Kecintaan akan budaya itu akan menkadi benteng menghadang budaya asing yang masuk," katanya. Darma juga berharap dengan kehadiran buku 'Jokowi Istiqomah Membangun Negeri' masyarakat dapat mengetahui pemerataan pembangunan yang telah dilakukan oleh Presiden. " Agar masyarakat tahu kenapa Pak Jokowi membangun dari sisi terluar Indonesia yang selama puluhan tahun tidak mendapatkan perhatian," katanya. Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat menjelaskan sosok seorang Jokowi di matanya. n"Bagi saya Pak Jokowi itu tegas,berani mengambil keputusan dan hadapi masalah," katanya. Keberhasilan seorang Jokowi di mata Djarot yakni keberhasilan pembangunan infrastruktur yang digagasnya, program BBM 'satu harga' di Papua dan reformasi birokrasi. Sudah saatnya kata Djarot, para relawan menyajikan data dan informasi yang akurat, agar dapat menyangkal berita-berita bohong atau hoaks. "Ini berguna agar kita dapat membangun demokrasi yang beradab, yang tidak menjelek-jelekkan, ujaran kebencian. Kita harus beradu program,gagasan serta rekam jejak," ucapnya. Bagi Djarot pembangunan harus dilakukan berkelanjutan agar tidak ada istilah pembangunan 'poco-poco' alias maju mundur."Pembangunan kita ini harus berkelanjutan. Dahulu zaman Bung Karno ada istilah pembangunan semesta berencana, makanya sekarang harus digalakkan pembangunan berkelanjutan,minimal dua periode," katanya.