MATATELINGA, Medan: Wakil Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (Sumut) Syahnan Afriansyah berharap mahasiswa harus benar-benar tulus untuk memperbaiki Indonesia dan jangan terlena oleh hal-hal yang tidak mencerminkan pribadi mahasiswa.Ini disampaikan Syahnan menyikapi kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Syahnan mengatakan melemahnya rupiah adalah permasalahan besar yang merugikan kesejahteraan masyarakat. Sehingga masyarakat sulit dalam menjalani hidupnya sehari-hari. "Mungkin bukan hanya saya, tapi hampir seluruh masyarakat pun kecewa terhadap situasi indonesia khususnya di bidang ekonomi, bahwa pertumbuhan ekonomi indonesia jauh dr apa yg kitaharapkan,"ungkapnya, Senin (17/9/2018)."Indonesia adalah negara besar untuk menghasilkan kebutuhan pokok masyarakat, sandang, pangan, dan papan, akan tetapi pemerintah tidak memanfaatkan itu, malahan Pemerintah melakukan kegiatan import barang,"ungkapnya lagi.Dalam kesempatan itu, dia juga menilai pemerintahan saat ini "mandul" dalam mewujudkan Program nawacita tersebut. "Pemerintahan sepertinya butuh evaluasi pada kabinet kerja khususnya Menteri Keuangan dan perekonomian harus betul betul sepenuh hati dalam membangun Negara ini," TandasnyaUntuk itu, ia menyerukan mahasiswa harus turun ke jalan melakukan aksi secara kolektif dan tidak mengedepankan popularitas pribadi. "Artinya aksi itu harus dilakukan secara bersama-sama dan bukan sekedar mendongkrak popularitas semata,"tegasnya. "Apabila kondisi Indonesia saat ini dan seterusnya tidak stabil maka, kami dari mahasiswa se Sumatera Utara akan terus berupaya melakukan Aksi sampai kondisi perekonomian kembali dianggap kondusif dan tidak mencekik kehidupan masyarakat Indonesia,"pungkas Syahnan. (mtc)