MATATELINGA, Medan : Sebagai bagian dari proses internasionalisasi, Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia akan menggelar konferensi internasional pertama di bidang kesehatan (First Sari Mutiara Indonesia International Conference on Health), pada 10 - 11 Oktober 2018 mendatang, di Grand Mercure Hotel, Medan.
Dalam siaran pers yang diterima Matatelinga.com, Selasa (18/9), topik konferensi akan membahas tentang riset dan implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan dalam rangka memperbaiki kualitas kesehatan (Localizing the Sustainable Development Goals to Improve Health Outcomes: Research and Practice).
Secara umum, kata Ketua Panitia Konferensi Internasional, Yenni Gustiani Tarigan, SKM, M.Sc, tujuan konferensi untuk mengumpulkan para pakar multidisiplin dan praktisi dari seluruh dunia untuk saling bertukar pengetahuan, ide-ide, pengalaman dan harapan di sekitar tantangan pembangunan berkelanjutan.
"Kegiatan ini menjadi sebuah wadah pertemuan dan diskusi dimana seluruh pihak, baik praktisi, pemerhati, maupun peneliti, sama-sama mendiskusikan isu-isu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di masyarakat, baik lokal, nasional dan internasional," kata Yenni Gustiani Tarigan.
Berbagai hasil riset kesehatan dari berbagai pihak khususnya para dosen di USM-Indonesia, instansi pemerintah, mahasiswa maupun stakeholder, menurut Yenni Tarigan akan didiseminasikan melalui forum diskusi yang terarah dan sistematis.
"Selain itu, konferensi ini akan membahas berbagai agenda penelitian dan pengembangan agar sejalan dengan pembangunan nasional dan dunia untuk mencapai 17 tujuan SDGs pada tahun 2030," tandasnya.
Lebih spesifik, papar Yenni konferensi ini dimaksud untuk memperkuat komitmen dan jalinan kemitraan antar dosen rumpun ilmu kesehatan antar perguruan tinggi Indonesia dan luar negeri agar aktif dalam penelitian dan pengembangan sehingga mampu memformulasikan berbagai solusi untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Yenni menambahkan, konferensi ini menargetkan 200 peserta. Masing-masing peserta akan menampilkan penelitian dalam bentuk poster dan karya ilmiah dari perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri, terutama mitra USM-Indonesia. Mereka akan dikelompokkan dalam berbagai sub topik pembangunan berkelanjutan bidang kesehatan, seperti kesehatan masyarakat, keperawatan dan kebidanan, farmasi, ilmu kesehatan, dan ilmu terapan terkait pengembangan kesehatan.
Kepanitiaan konferensi ini, lanjut Yenni selain oleh dosen-dosen USM-Indonesia juga dibantu oleh kampus mitra (co-host), antara lain, Institut Kesehatan Helvetia, STIKes Mitra Husada Medan, Boromarajonani College of Nursing Sanpasittiphrasong (BCNSP) Thailand, College of Health Sciences Savannakhet Laos, dan St Paul University Philippine.
"Saat ini peserta sudah hampir memenuhi target, tetapi panitia masih tetap menerima pendaftaran peserta konferensi sampai 28 September 2018," tandas Yenni yang juga dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat USM-Indonesia.
Panitia lainnya, Dr. Donal Nababan, M.Kes, menuturkan bahwa acara tersebut nantinya akan langsung dibuka resmi oleh Dr. Sadjuga, M.Sc, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Republik Indonesia.
Adapun pembicara dan komite ilmiah yang telah terkonfirmasi sampai saat ini selain dari Indonesia, ada juga dari Taiwan, Thailand, Filipina, Malaysia, India, Bangladesh dan Negara Malawi (Afrika Bagian Selatan).
"Setiap artikel akan direview oleh komite ilmiah yang profesional dibidangnya. Bagi peneliti yang memiliki artikel terbaik, dapat dibantu untuk dimasukkan dalam jurnal bereputasi internasional sedangkan artikel lain yang tidak terseleksi jurnal akan diterbitkan dalam bentuk prosiding ber-ISBN," tandas Donal Nababan.