Matatelinga - Langkat, Kabut asap akibat dampak kebakaran hutan di Pekan Baru, Riau kini semakin meluas hingga ke sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Hari ini, Senin (03/03/2014), kabut asap mulai melanda Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kabut asap mulai dirasakan warga di Kota Binjai, Sumatera Utara. Kabut asap akibat kebakaran hutan ini dirasakan di jalan-jalan utama Kota Binjai, sepreti di jalan Soekarno Hatta, jalan Juanda dan jalan Perintis Kemerdekaan.
Seorang pengendra, Erwin (29) warga Kebun Lada mengatakan, kabut asap mulai terlihat tebal dan mengganggu jarak pandang pengendara.
"Kabut asap ini baru terjadi hari ini, hari kemarin kabut asap belum dirasakan warga Binjai, tapi sekarang, kabut asap semakin tebal," jelasnya.
Sementara itu, kabut asap juga dirasakan warga Kabupaten Langkat, hampir diseluruh kawasan diselimuti kabut asap.
Abdul, warga Kecamatan Stabat mengatakan, kabut asap di Kabupaten Langkat sudah terjadi sejak 5 hari yang lalu, kabut tidak begitu tebal, hari ini, kabut mulai terlihat tebal dan mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
"Hari ini kabut asap begitu tebal, sehingga jarak pandang pengguna jalan terganggu," jelas Abdul.
Hingga kini, belum diketahui apa penyebab kabut asap yang melanda Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini.
Sebelumnya, Badan Meteorogi dan Geofisika Polonia Medan menyatakan, kabut asap yang melanda Kota Medan dan Kota lainnya di Sumatera Utara bukan berasal dari kebakaran hutan di Propinsi Riau. Hal ini karena angin yang bertiup belakangan ini di Sumatera Utara berasal dari arah barat.
BMKG Medan justru mendeteksi sejumlah titik api di Sumatera Utara yang berada di Kebupaten Labuhan Batu, Padang Lawas, Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan.
(Hendra/Adm)