MATATELINGA, Medan: Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto memberangkatkan 4 unit truk yang mengangkut bantuan untuk masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Madina, di halaman Mapolda Sumut, Senin (5/10).Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto SH mengatakan sembako yang dikirim ini nantinya akan didistribusikan oleh Polres daerah setempat."Bantuan ini dikirim sebanyak empat truk, ada beras, minyak, telur dan sembako lainnya," katanya.Selain sembako, ucap Agus, Polda juga sudah mengirim personil untuk membantu evakuasi dan pemulihan pasca terjadinya bencana banjir bandang yang menewaskan belasan orang."Ada dua pleton Brimob yang kita kirimkan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan sejak Sabtu kemarin,"sebutnya.Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang menjadi korban bencana banjir bandang. "Personil polisi yang kita kirim juga akan melakukan trauma healing bagi warga yang menjadi korban bencana alam tersebut,"tukasnya.Sekedar diketahui, evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan bersama relawan dan masyatakat telah menemukan 17 korban meninggal akibat banjir dan banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di Mandailing Natal juga sudah dapat diatasi. Alat berat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan material longsor.Jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang hingga malam ini yaitu 12 orang anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.Dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang sekolah sore yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, pada Jumat (12/10/2018) sore, kondisinya 12 anak meninggal dunia dan 17 anak berhasil diselamatkan. Semua korban adalah anak-anak berusia di bawah 12 tahun.Dari 17 anak yang selamat 7 anak diantaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat. Selain itu 2 orang guru juga ditemukan selamat. Korban selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan sebagian terseret oleh banjir bandang.Banjir bandang juga menyebabkan 12 rumah hanyut dan rusak total, 9 rumah rusak berat dan 3 bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi. Masyarakat mengungsi di rumah kerabatnya.Sedangkan 2 korban meninggal yang ditemukan di dalam mobil yang terjebur ke Sungai Aek Batang Gadis adalah seorang pegawai PT. Bank Sumut dan seorang anggota Polri yang sedang mengawal pegawai PT Bank Sumut. Korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan korban 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis juga sudah diserahkan pada keluarga. (mtc/fae)