MATATELINGA, Medan : Dari hasil reses ke daerah yang dilakukan Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, beberapa usulan masyarakat Desa Aek Batang Paya yang terdiri dari tiga dusun, Dusun Paske, Dano Lombang, Gunung Hasahatan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, masih berkutat di masalah infrastruktur dan pendidikan.
Pertemuan masyarakat dengan wakil rakyat pada Reses Masa Sidang I Tahun V DPRD Provinsi Sumatera Utara, yang digelar di Alaman Bolak Dusun Dano Lombang Desa Aek Batang Paya, Minggu (28/10) lalu, masyarakat meminta agar peningkatan jalan kabupaten, dari jalan nasional simpang pengkolan menuju Desa Aek Batang Paya terdiri dari tiga dusun, pembangunan bendungan untuk kebutuhan pertanian dan kebutuhan sehari- hari di sungai Aek Batang Paya.
Menurut Sutrisno Pangaribuan selaku Sekretaris Komisi D/Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, tidak hanya masalah infrastruktur, masalah pendidikan juga masih butuh perhatian. Antara lain guru SD Aek Batang Paya, 3 orang guru ASN, selebihnya merupakan guru honor.
"Beberapa guru honor yang sudah mengabdi sekian lama menginginkan adanya pengangkatan guru- guru honor menjadi ASN. Hal ini akan lebih memotivasi para guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik generasi masa depan bangsa," kata Sutrisno Pangaribuan yang kembali maju dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara 7: Kota Padangsidimpuan, Kabupaten: Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas.
Keluhan lain yang disampaikan masyarakat adalah, setiap kali musim tanam padi tiba, pupuk bersubsidi selalu hilang dari pasar. Di bidang kesehatan, masyarakat mengeluh dengan keberadaan bidan desa yang ditempatkan oleh Dinas Kesehatan Tapsel sangat jarang berada di tempat, sehingga setiap kali ada yang hendak melahirkan, terpaksa diangkut sejauh 15 km menuju kota Sipirok.
"Dinas Kesehatan Tapsel perlu melakukan evaluasi terhadap penempatan bidan desa ini agar tidak menjadi masalah pelik bagi masyarakat. Karena ini sangat erat kaitannya dengan masalah nyawa," tandasnya.
Lebih lanjut Sutrisno Pangaribuan menyampaikan, usulan masyarakat juga menyinggung tentang masalah komitmen PLTA Simarboru untuk melibatkan masyarakat menjadi karyawan belum dipenuhi. Masyarakat belum mendapat keadilan dari PT. NSHE sebagai kontraktor pembangunan PLTA Simarboru terkait ganti rugi tanah dan tanaman terdampak. Beberapa bidang tanah telah dieksekusi tanpa melalui musyawarah atau kesepakatan.
"Masyarakat mengharapkan ada acara pemberian pago- pago, acara adat dari pihak PT. NSHE terhadap masyarakat Desa Aek Batang Paya terdiri dari tiga dusun, Dusun Paske, Dano Lombang, Gunung Hasahatan," pungkasnya.
Hasil reses kita ke daerah pemilihan, tambah Sutrisno Pangaribuan perlu ditindaklanjuti pemerintah dan dinas terkait, tujuannya hanya satu yaitu memperjuangkan kesejahteraan rakyat.