Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pintu Masuk Kantor Gubsu Rubuh di Buat Pengunjuk Rasa

Pintu Masuk Kantor Gubsu Rubuh di Buat Pengunjuk Rasa

Admin - Rabu, 05 Maret 2014 14:49 WIB
Matatelinga - Medan, Puluhan orang dari asosiasi pengusaha indonesia / lembaga bantuan hukum medan dan mahasiswa  

berunjukrasa mengecam krisis listrik disumut yang masih belum teratasi/ massa yang kecewa akhirnya  

merusak pagar kantor Gubernur.

Pagar Kantor Gubernur Sumatera Utara dirusak oleh puluhan orang dari berbagai elemen mengecam  

krisis listrik disumut// aksi pengecaman terhadap krisis listrik ini dilakukan dengan konvoi  

melawan arus jalan lalulintas menuju kantor gubernur// 

dengan membawa spanduk dan berbagai alat elektronik yang rusak akibat pemadaman listrik / para  

pengunjukrasa juga menggelar aksi teatrikal penyiksaan yang dilakukan pemerintah dan pt pln atas 

krisis listrik.

Dalam orasinya para pengunjukrasa menyatakan banyak alat elektronik dan korban meninggal dunia  

akibat pemadaman listrik yang tak menentu //

sementara koordinator aksi rusmn lawin mengatakan krisis listrik disumut telah berlangsung sejak  

sembilan tahun lalu banyak korban dan kerugian pengusaha umkm akibat peristiwa ini// pemerintah  

daerah  dinilai tidak dapat mengatasi persoalan pembangkit listrik yang seharusnya sudah dapat  

dioperasikan seperti pltu di pangkalan berandan dan di pltu di nagan raya//sehingga persoalan ini  

harus ditangani oleh presiden sby//

sb: rusmin lawin / ketua apindo medan

pemadaman listrik di medan sumatera utara terjadi sejak satu bulan lalu/ pt pln wilayah satu sumut  

beralasan pemadaman terjadi akibat kerusakan genset pembangkit listrik dari cina// biaya sewa  

genset buatan cina sebesar 700 miliar sejak akhir november tahun lalu dinilai menghambur hamburkan  

uang negara/

(Adm)


Tag:

Berita Terkait