MATATELINGA, Medan: Video viral di media sosial mengenai seorang wanita yang berteriak-teriak mengaku anaknya diculik di kawasan Simpang Pemda, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang ternyata bukanlah kasus penculikan. Hal ini disampaikan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi yang langsung turun melakukan pengecekan terkait kejadian yang viral di media sosial itu.Yasir bercerita awalnya pada Rabu (31/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB ada seorang ibu yang diketahui bernama Sri Mahayani berteriak karena kehilangan anaknya, Oura (10). Mendengar jeritan tersebut, Megawati Sitanggang (45) seorang penjahit kembar Taylor warga Simpang Pemda, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang bertanya tentang awal mula kejadian."Kebetulan Megawati warga sekitar tempat ibu itu menjerit kehilangan anak,"kata pria dengan melati satu dipundaknya ini, Jumat (2/11/2018).Saat ditanya, kata Kapolsek, kejadian berawal ketika Sri membawa anaknya Oura saat hendak mengisi minyak di SPBU Simpang Pemda. Namun karena SPBU tutup, Sri pergi ke SPBU Simpang Selayang."Sri lupa saat itu ia meletakkan anaknya di lampu merah Simpang Pemda dan ia langsung pergi ke SPBU Simpang Selayang,"ujar Yasir.Setelah itu, sambung Yasir, pascamengisi minyak di SPBU Simpang Selayang kemudian tiba di lampu merah Simpang Pemda, Sri teriak dan menyatakan anaknya hilang."Di situ mengundang massa dan seketika langsung berkumpul,"ujar orang nomor satu di Polsek Sunggal ini.Selang waktu setengah jam sekitar pukul 08.30 WIB, kata Yasir, datang tukang Gojek menghampiri kerumunan massa dan membawa anak (Oura) tersebut dan menerangkan bahwa pada saat kejadian tukang Gojek mendengar kejadian penculikan dan mendengar ciri-ciri anak tersebut kemudian tukang Gojek meninggalkan lolasi kerumunan massa dan pergi ke arah lampu merah Jalan Ring Road Simpang Jalan Setia Budi."Tukang tokek melihat anak perempuan yang sesuai dengan ciri-ciri Oura dan membawa anak tersebut ke lokasi kejadian, Simpang Pemda,"katanya.Mantan Kapolsek Patumbak ini mengatakan kejadian tersebut bukanlah penculikan, melainkan keteledoran orangtua yang meninggalkan anaknya saat mengisi minyak di SPBU. (mtc/amr)