Matatelinga - Asahan : Alumni mahasiswa Universitas Asahan sangat menyesalkan lemahnya pengawasan pihak keamanan kampus perguruan tinggi Universitas Asahan yang telah dimasuki Narkoba. Malah yang lebih dikesalkan para pelakunya bukan dari mahasiswa melainkan dari pihak keamanan, staff UNA dan pihak luar seperti yang terjadi pada penggerebekan narkoba yang dilakukan petugas Satnarkoba Polres Asahan dikantin UNA, Senin (3/3) Kemarin.
Pernyataan ini disampaikan Bawadi Sitorus, SH, alumni fakultas Hukum UNA angkatan tahun 2011 yang ditemui matatelinga, Rabu (5/3) sekira pukul 10.00 Wib. Menurut Bawadi pada peristiwa tersebut yang sangat bertanggung jawab adalah rektor UNA dan pihak pengamanan kampus yang dinilai kurang melakukan pengawasan di areal kampus kebanggaan masyarakat Asahan.
"Ini terjadi karena lemahnya pengawasan pihak keamanan kampus yang merupakan tanggung jawab dari pihak rektor, dimana pihak rektor kurang memperhatikan lokasi kampus sehingga bebas dimasuki oleh orang yang bukan mahasiswa yang kita duga sebagai pemasok narkoba kelingkungan kampus. Maka Kedepan hendaknya Rektor UNA Juriah Sitorus memerintahkan pihak keamanan kampus untuk melakukan pengawasan ketat, jika memang bukan merupakan dosen atau mahasiswa UNA sebaiknya tidak diizinkan masuk keareal kampus kecuali tamu dari dosen ataupun rektor" Ujar Bawadi.
Lebih lanjut Bawadi menambahkan dengan adanya peristiwa penggerebekan narkoba dilingkungan kampus ini merupakan tamparan keras serta corengan yang sangat tajam kepada pihak UNA.
Terpisah salah seorang alumni UNA M. Hasby Ashidiqil Anshor SP alumni tahun 2012 ketika dihubungi via selulernya, menurut Hasby peristiwa tertangkapnya 4 orang yang tengah mengkonsumsi narkoba di kantin UNA ini resmi kelemahan dari pihak keamanan yang terkesan santai dengan tidak melakukan patroli diareal lingkungan kampus. Malah Hasby merasa heran karena dari keempat pelaku yang digerebek terdapat 1 orang petugas keamanan kampus dan 1 orang staff kampus.
"Ya yang jelas kami dari alumni merasa kecewa dengan pihak kemanan kampus, jadi peristiwa kemarin merupakan cambuk kepada pengamanan kampus, jika perlu ganti saja kepala pengamanan kampus" imbuhnya
Sementara itu Rektor UNA Dra. Zuriah Sitorus saat akan dikonfirmasi belum berhasil ditemui dikantornya.
(Ibnu/Adm)