Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Geliatkan Wisata Kota Medan Sekaligus Lestarikan Seni & Budaya Melayu Melalui Gemes

Geliatkan Wisata Kota Medan Sekaligus Lestarikan Seni & Budaya Melayu Melalui Gemes

- Minggu, 04 November 2018 07:17 WIB
Matatelinga
MATATELINGA, Medan:   Pemko Medan kembli menggelar  pertunjukan seni  dan budaya Melayu terakbar bertitel Gelar Melayu Serumpun (Gemes) di halaman Istana Maimun  Medan, Jumat (2/11/2018) malam. Dalam edisi yang ketiga ini, Gemes tampil  lebih menarik dan spektakuler sehingga menjadi  satu tontonan yang sangat memuaskan pengunjung.Di samping aneka seni dan tari Melayu, Gemes semakin menarik dengan  mengusung Istana Maimun nan anggun dan megah menjadi latar belakang panggung. Ditambah lagi dengan dukungan lighting yang gemerlap  sehingga membuat unsur orinisinalitas nuanasa Melayu Istana Maimun semakin terlihat mewah dan berkelas.Tampaknya Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan ingin menjadikan Gemes sebagai salah satu gawean yang akan mampu mengundang wisatawan lokal maupun mancanegara datang mengunjungi Kota Medan. Terbukti gawean ini telah mendapat simpatik dari sejumlah negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam dan Thailand dengan mengirimkan duta seninya untuk mengikuti  Gemes.Di bawah guyuran hujan, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  resmi membuka Gemes 2018. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang yang dilakukan Wali Kota bersama Wail Wali Kota Ii Akhyar Nasution MSi. Setelah itu dilanjutkan dengan Tarian Ahoy sebagai tarian khas Kota Medan. Kemudian disusul tarian klosal Melayu yang dibawakan puluhan penari dari berbagai negara serumpun dan daerah  serta  menjqdikan payung sebagai properti tarian.Dalam sambutannya, Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya Gemes. Apalagi  khsusus tahun ini, penyelenggara menghias halaman Istana Maimun dengan 428 payung sebagai simbolusia Kota Medan yang saat ini telah memasuki 428 tahun. Kemudian tarian kolosal Melayu yang dibawakan 73 pasang penari sebagai lambing usia kemerdekaan  Indonesia yang ke-73 tahun."Keberhasilan merangkul suku Melayu se-kawasan merupakan sebuah prestasi sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata bagi Kota Medan. Kita harapkan melalui event ini akan menjadi  wadah melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus mengedukasi masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda dalam memahami kebudayaan dan rumpun Melayu.," kata Wali Kota.Oleh karenanya Wali Kota berharap agar  pagelaran ini dapat menjadi salah satu ikon pariwisata di Kota Medan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi dalam gelerannya tahun ini, Gemes  ditampilkan di Istana Maimun yang merupakan salah satu ikon kebanggaan  Kota Medan. Padahal dalam edisi pertama dan keduanya, Gems selalu dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan.Selain empat negara serumpun, Gemes 2018 juga diikuti provinsi tetanggan seperti Nanggroe Aceh Darusalam (NAD). DKI Jakarta, Jambi, Bengkulu, Palembang serta Riau. Kemudian sejumlah daerah di Sumut diantaranya Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat Binjai, Asahan, Batubara, Sibolga, Tanjung Balai, Labuhan Batu Utara dan Kota Medan. Sebagai bentuk ungkapan apresiasi dan terima kasih atas keikutsertaan mereka, Wali Kota pun memberikan cindera mata kepada seluruh perwakilan peserta.Sedangkan pertunjukan seni dan tari yang ditampilkan diantaranya tari kolosal Melayu, fashion show busana Songket Medan, workshop serta penampilan bersama Tarian Ahoy secara bergantian. "Selain melstarikan seni dan tari Melayu, kita harapkan gelaran Gemes ini mampu mendukung geliat pariwisat di Kota Medan," harap Wali Kota.Di samping Wali Kota dan Wakil Wali Kota, gelaran Gemes juga dihadiri Konjen Malaysia, unsur Forkominda Kota Medan, Sekda Kota Medan  Ir Wiriya Al Rahman , Raja Muda Deli Tengku Hamdy Osman Deli Khantokoh masyarakat, pimpian OPD di lingkungan Pemko Medan, camat dan lurah.Pembukaan Gemes 2018 dipungkasi dengan penampilan penyanyi dangdut asal ibukota Nasar. Meski hujan deras mengguyur,  penyanyi jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2014 terus tampil membawakan sejumlah lagu dangdut hits diikuti goyangan pengunjung.Sebelumnya Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono dalam laporannya menjelaskan, tujuan digelarnya Gemes sebagai ajang publikasi dengan promosi guna menarik minat wisatawan lokal maupun mancangera dengan mengusung seni dan budaya Melayu yang memiliki kekuatan sisi geografis dan histori Kota Medan pada masa lampau."Di samping itu Seni dan budaya Melayu  kaya akan nilai-nlai moral akan kita tanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk memagari diri dari pengaruh negative budaya asing. Selain itu kita juga ingin seni dan budaya Melayu sebagai warisan leluhur harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri," jelas Agus.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Medan Gerak Cepat Benahi Infrastruktur: 21,46 Km Drainase Dinormalisasi, 4,18 Km Jalan Dipelihara di Triwulan I

Berita Sumut

Wali Kota Medan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Yang Inklusif dan Merata Bagi Seluruh Masyarakat

Berita Sumut

Muhammad Edison Ginting Calon Tunggal Ketua PWPM 2026-2028

Berita Sumut

Rico Waas Dorong Fiskal Kuat dan Kolaborasi Antar Kota

Berita Sumut

Wali Kota Medan Tinjau Jembatan Perlintasan Kereta Api di Gang Damai

Berita Sumut

Kadispora Medan Lepas Smartfren Fun Run 2026, Pemko Medan Hadirkan Ruang Sehat dan Dorong UMKM Lokal