MATATELINGA, Medan: Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (FBS UNIMED) kembali menggelar Kuliah Umum bertajuk "Meningkatkan SDM Dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0". Kuliah umum tersebut menghadiri beberapa tokoh Sumatera Utara (Sumut) yakni, Ir.H.Soekirman selaku Bupati Serdang Bedagai, Prof.Dr.Syawal Gultom M.Pd sebagai Rektor Unimed, M.Fajeri Siregar,SE.AK.M.Si sebagai pengamat ekonomi,dr.Wijaya Juwarna Sp.THT.KL Yaitu selaku ketua IDI Medan, dan H.Dadang Darmawan,S.sos,M.si yang hadir sebagai pengamat politik dan Budaya. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh civitas akademik itu diselenggarakan pada Jum'at (2/10/2018) di Auditorium Unimed.Pada kesempatan tersebut, Soekirman yang tampil sebagai pemateri mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 Ini saatnya generasi milennial menjadi garda terdepan didalam segala aspek apapun terutama di bidang ekonomi dan pendidikan."Arus globalisasi sudah tidak terbendung dan disertai perkembangan teknologi yang begktu canggih sehingga menjadi ancman atau bisa menguntungka untuk SDM kita, tergantung bagaimana kita menyikapi revolusi industri 4.0 tersebut,"Ujarnya.Disamping itu,ia juga mengatakan dengan adanya revolusi industri 4.0 ini adalah hal yang tidak bisa dibendung, sehingga akan berdampak kepada SDM Yang mungkin memiliki peluang kecil untuk mengekspresikan kemampuan dibidangnya karena canggihnya teknologi melebihi manusia.Sedangkan, Syawal Gultom selaku Rektor Unimed mengatakan untuk meningkatkan SDM dalam menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen atau pendidik berkualitas bagi generasi masa depan."Kita harus seiring dengan perkembangan zaman, artinya kita juga harus mampu menyesuaikan dan mengembangkan potensi kita dalam menhhadai tantangan ini, jangan sempat ita kalah dan tertinggal,"urainya.Selanjutnya, masih di tema yang sama disampaikan M.Fajeri Siregar yang kali ini hadir sebagai pengamat ekonomi menyebutkan ahwa terpantau saat ini dunia tengah menghadapi perubahan corak produksi yang berbasis pada kemajuan teknologi yang dinamakan revolusi industri 4.0 tersebut akan menghasilkan jenis pekerjaan baru yang menuntut keterampilan dan keahlian tertentu."Sehingga, SDM kita mengalami penurunan lowongan kerja untuk itu, ketimpangan seperti ini harus segera diturunkan, salah satunya ketimpangan dalam mendapatkan akses atas pekerjaan yang layak akibat revolusi industri 4.0 ini,"Jelasnya.Senada dengan Fajeri, Dadang darmawan selaku pengamat politik dan budaya juga mengatakan bahwa dengan hadirnya revolusi industri 4.0 adalah sebuah ancaman yang amat serius untuk generasi milenial. Dadang mengatakan hampir semua elemen masyarakat belum siap mengadapi ini dan mereka menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya. Bahkan, sambung Dadang fakta-fakta perubahan itu sering diperdebatkan."Misalnya banyaknya toko konvensional di pusat belanaja (mall) yang tutup karena sering dipolitisasi dengan argumen sehingga menurunnya daya beli masyarakat. pada akhirnya masyarakat perkotaan lebih memilih sistem belanja online,"Jelasnya.Dadang juga menyampaikan bahwa tidak hanya pada pusat perbelanjaan melainkan masih banyaknya contoh lain seperti dalam bersosial, lalu e-banking dalam pembayaran sehingga diprediksi 30 persen pos pekerjaan akan hilang dalam beberapa tahun mendatang.Kemudian, sambungnya, Industri surat kabar pun akan mengalami penurunan sklala bisnis karena tidak bisa menghindari dampak dari pesatnya media online. Akhirnya perubahan-perubahan besar menjadi tidak terhindarkan ketika dunia harus bertransformasi mengikuti perunbahan zaman.Berbeda, dr. Wijaya Juwarna berpandangan bahwa revolusi industri 4.0 membawa sisi positif dalam dunia kesehatan karena semakin berkembangnya teknologi yang canggih maka proses dalam penyembuhan untuk pasien lebih efektif. Salah satunya dalam industri kesehatan, beberapa perusahaan teknologi telah mengembangkan produk mereka dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk memproses data-data yang dikumpulkan dari pasien. (mtc/rel)