Matatelinga - Medan, Krisis listrik di Medan Sumut, menyebabkan pengrajin di pusat industri kecil (PIK) Jalan Menteng Raya Keluarahan Medan Tenggara Kecamatan Medan Denai medan sumatera utara semakin terpuruk produksi mereka mengalami penurunan hingga 50 persen lebih, bahkan mereka kerab diancam putus berlangganan oleh konsumen mereka akibat krisis listrik.
Kondisi para pengrajin di pusat industri kecil, seharinya mereka terpaksa harus menerima pemadaman aliran listrik sebanyak tiga kali dalam sehari. Palam sekali pemadaman aliran listrik putus hingga tiga jam.
Akibatnya aktivitas produksi mereka terganggu bahkan mereka kerab diancam putus berlangganan dari konsumen mereka yang kebanyakan dari luar kota medan.
Salah seorang pengrajin sepatu lokal Anto mengatakan Kamis (6/2/2014), akibat krisis listrik disumut ini aktivitas produksi mereka terganggu hingga 50 persen lebih mereka tak sanggup bila harus menyediakan genset dan bbm untuk mengoperasikan mesin mereka yang menggunakan listrik. Ujarnya.
Selain Anto pengrajin tas sekolah juga mengalami penurunan produksi hingga 50 persen, biasanya mereka memapu memproduksi 20 buah tas perhari , kini turun menjadi 8 buah tas saja akibat pemadaman listrik. Para pengrajin juga kerab mendapat komplain dari konsumen mereka yang tidak perduli alasan adanya pemadaman listrik.
Sementara itu, Isnaini pengrajin tas sekolah mengatakan, mereka kerab di tunggu oleh konsumennya karena pada jadwal penyelesaian pembuatan tas belum juga siap, sehingga konsumen marah marah dan diancam tidak akan berlangganan lagi.
Isanaini yang memiliki pengallaggan dari luar kota seperti Binjai dan aceh ini berharap pemerintah dapat memberikan genset gratis pada mereka agar produksi pelaku ukm di PIK dapat berkesinambungan.
Pusat industri kecil ini/ telah mengalami keterpurukan sejak krisis moneter tahun 1998 lalu. Jumlah pengrajin disini sebanyak 100 unit usaha, namun kini hanya tersisa 40 persen yang masih bertahan, selebihnya sudah bangkrut karena ketiadaan modal dan kesulitan pemasaran.
Pemadaman listrik di medan sumatera utara kembali terjadi sejak satu bulan lalu, PT PLN Wilayah satu sumut beralasan pemadaman terjadi akibat kerusakan genset pembangkit listrik dari Cina. biaya sewa genset buatan cina sebesar 700 miliar sejak akhir november tahun lalu dinilai menghambur hamburkan uang negara.
(Adm)