Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Eldin: Rawan Pangan Di Beberapa Kelurahan Masih Dijumpai

Eldin: Rawan Pangan Di Beberapa Kelurahan Masih Dijumpai

Admin - Kamis, 06 Maret 2014 13:18 WIB
Matatelinga - Medan, Hingga saat ini penganekaragaman pangan belum sepenuhnya mendapat

perhatian dari masyarakat, kita masih menjumpai adanya rawan pangan

dibeberapa Kelurahan, seperti gizi kurang, Gizi lebih, dan gizi buruk,

hal ini karena belum terpenuhinya kecukupan konsumsi pangan, oleh

karena itulah program ketahanan pangan ini harus dipacu dengan terus

dengan melakukan sosialisasi tentang konsumsi pangan beragam berbasis

pangan lokal.

Pemberian makanan sehat yang digagas dalam bentuk pemberian makanan

tambahan bagi anak sekolah dasar dan anak balita serta pengawasan

kantin sekolah merupakan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman

tentang diversifikasi konsumsi pangan dan keamanan pangan sejak usia

dini, oleh sebab itu melalui program pemberian makanan beragam,

bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dan makanan tambahan bagi anak

asekolah dasar dan balita diharapkan dapat meningkatkan derajat

kesehatan siswa sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam

penyediaan menu pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman terutama

melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Hal ini dikatakan oleh Plt Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S Msi

dalam sambutannya pada acara B2SA dan makanan tambahan bagi anak

sekolah dasar dan balita serta pengawasan kantin Sekolah Dasar, Kamis

(6/3) di halaman gedung SDN 060925 Kelurahan Harjosari I Medan Amplas.

Dikatakannya, makna dari acara ini adalah bagai mana kita bisa

memberikan kecukupan gizi kepada anak-anak balita dan anak-anak

sekolah dasar, agar bisa tercukupi asupan gizinya, selain itu juga

sasarannya juga kepada anak-anak balita dan anak sekolah dasar dari

yang kurang mampu, inilah yang kita motivasi kepada masyarakat ,

dengan dimulai disekolah-sekolah yakni menjaringnya dari

sekolah-sekolah, agar semuanya nantinya bisa tertutupi, dan dimulai

dari hari ini dan akan berlangsung selama satu bulan penuh kepada

sejumlah sekolah SD, dan inlah yang harus dipahami oleh masyarakat,

selain itu masyarakat dimintakan informasinya, bila dil;ingkungannya

terdapat anak balita dan anak SD yang kurang gizi, dan nantinya akan

ditindak lanjuti melalui Dinas Kesehatan dan Badan Tetahanan Pangan.

" Saya Imbau kepada penjual jajanan makanan di Kantin sekolah untuk

tidak menggunakan bahan yang berbahaya , seperti zat pewarna,

formalin, borak dan jenis l lainnya, jangan hanya mengejar keuntungan

tetapi merugikan orang lain, sedangkan untuk mewujudkan ketahanan

pangan masyarakat secara mandiri tentunya harus kita awali dengan

pemenuhan pangan diwilayah dan kelompok masyarakat, Kelurahan sampai

pada kota, " ujar Eldin.

Menurutnya, Kelurahan dinilai merupakan basis terpenting untuk

mewujudkan ketahanan pangan sekaligus merupakan entry point dalam

mendukung terwujudnya ketahanan pangan di tingkat kota, wujud dari

ketahanan pangan adalah tercukupinya ketersediaan pangan masyarakat

yang dapat diperoleh dengan mudah serta harga terjangkau, bebas dari

bahan berbahaya, seperti formalin, pemanis buatan, dan sebagainya,

kita berharap dengan kegiatan ini anak sekolah dasar dapat menumbuhkan

sikap dan kesadaran pentingnya mengkonsumsi pangan yang sehat dan

aman, sehingga kemudian dapat membudayakan pola makana pangan sehat

dan aman berbasis sumber daya pangan lokal baik dilingkungan rumah

tangga maupun disekolah.

Kepala Badan Ketahan Pangan Kota Medan Ir Hj Emilai Lubis melaporkan,

kegiatan program pemberian makanan B2SA dan makanan tambahan bagi anak

sekolah dan balita ini tujuannya untuk menambah asupan gizi kepada

anak balita dan bagi anak sekolah dasar, kemudian meperkenalkan

makanan tambahan, sekalian makanan pokok kepada anak sekolah dasar dan

meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah dasar, pemberian makanan

tambahan ini serentak kepada 595 anak sekolah dasar di 10 sekolah SD

di Kota Medan setiap harinya selama 25 hari, jadi ada dua makanan

untuk anak sekolah dasar, yakni makakan lengkap untuk SD kelas-I dan

makanan tambahan untuk kelas-II.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan pada hari ini selain kegiatan

pemberian makanan beragam B2AS dan makakan tambahan bagai anak sekolah

dan balita, juga melakukan pemeriksaan jajanan makanan anak sekolah

SD, dan kantin sekolah, juga menyerahkan bantuan kepada para UMKM

berupa peralatan mesin adonan kue, juga.

" Tadi kita telah melakukan pemeriksaan makanan dan jajanan sekolah

disini, kita telah mengambil sampelnya dan memeriksanya di mobil

Laboratorium keliling, dari hasil pemeriksaan tersebut, ternyata

jajajanan makanan tersebut tidak mengndung zat pewarna, borak,

pengawet, residu peptisida, alhamdulillah jajanan makanan tersebut

aman, dan pemeriksaan ini menjadi rutinitas kita, " ujar Emelia.

(Hendra/Adm)


Tag:

Berita Terkait