Matatelinga - Binjai, Sikap arogansi Gery Tarigan, kepada warga sekitar dan melakukan penyekapan kepada ke 4 wartawan serta merampas paksa Id card ini berujung panjang. Bahkan, kini PNS Rumkit Putri Hijau tengah diperiksa oleh atasanya.
"Kita akan tindak lanjuti permaslahan ini. Lagian, dia (Gery Tarigan-red) tengah diperiksa oleh atasanya di rumah sakit Putri Hijau. Kita tunggu saja hasil dari pemeriksaanya," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam-red) Kolonel Halilintar, saat dihubungi via selularnya, Kamis (6/3/2014).
Tapi dirinya mengaku, belum memahami persis permasalahan yang tengah terjadi. Sehingga, terjadi penahanan Id Card dari para jurnalis yang melakukan tugasnya yang tengah meliput aksi anarkis warga Jalan Cempaka, Lingkungan VII, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.
Dimana, kemarahan warga memuncak dan kerap akan main hakim sendiri terhadap Gery Tariga. Lantaran, warga sudah sangat resah dengan tindak tanduk pria yang mengaku-ngaku kepada warga merupakan anggota TNI berpangkat Mayor ini.
"Kebetulan saya baru pulang dari Siantar, jadi belum memahami pasti permasalahan. Lagian, rekan-rekan sih, udah tahu Id card mati, masih juga dipakai. Pun begitu, kita lihat dulu hasil pemeriksanaya," jelasnya, semabri mengakui, kalau Gery Tarigan, bukan PNS di Kodam melaikan di rumah sakit Putri Hijau.
Disinggung apakah benar kalau Gery Tarigan, memiliki kartu merah (gila-red) seperti apa yang diutarakan Kapolsek Binjai Utara Kompol Nodi Torong dan beberapa warga lainya. Dan kenapa kalau gila masih dipekerjakan sebagai tenaga medis.
Dia merasa terkejut dan langsung mengatakan tidak mungkin Gery Tarigan, memilik kartu gila. "Ah masak sih. Saya belum tahu kalau itu, tapi gak mungkin kalau dia memiliki kartu itu dipekerjakan sebagai tenaga medis. Nanti saya cek dulu kebenaranya ya," jelasnya terkejut.
Sementara, beberapa warga terus berharap agar Gery Tariga, dipindahkan dari lingkungan tempat tinggal. Karena perbuatanya sudah sangat-sangat meresahkan warga sekitar. Seperti, kerap memukul orang yang melintas, mengencingi kamar mandi orang, hingga menunjukan kemaluanya kepada orang lain.
"Kami terus merasakan tingkah arogansinya. Tapi kalau dia gila, kenapa masih kerja. Dan kalau mengolah orang untuk mendapatkan keuntungan (materi-red) pintar kali dia. Sebenarnya dia gila atau pura-pura gila," tanya slaah satu warga Ardat Sitepu, diamini beberapa warga lain dan kepala lingkungan VII sendiri.
(Hendra/Adm)