MATATELINGA, Medan: Protes penanganan banjir, puluhan massa dari berbagai mahasiswa di Kota Medan berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Selasa (13/11). Dalam aksinya tersebut mahasiswa menilai Pemko Medan tidak becus menangani masalah banjir. "Kami dari Cipayung plus Kota Medan menyikapi tentang ketidakbecusan Pemko Medan dalam penanganan Banjir di Kota Medan," kata Ketua Cabang GMKI Kota Medan, Hendra Manurung disela-sela aksi.Menurut mereka hingga saat ini, Kota Medan masih sering dilanda kebanjiran dan hampir semua ruas jalan dan pemukiman warga penduduk dilanda banjir."Sampai sekarang banjir di Kota Medan masih menjadi momok yang tak kunjung selesai. Pemko Medan sangat lambat dalam penanganan banjir tersebut," ucap Hendra.Hendra mengungkapkan bahwa banjir di Kota Medan disebabkan perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya yang tidak maksimal."Banjir di Kota Medan juga disebabkan oleh ketidakadilan terhadap ruang (lingkungan hidup), pembangungan mega proyek tanpa mempertimbangkan daya dukung tanah dan penerapan analisis dampak lingkungan (AMDAL). Selain itu, berkurangnya daerah resapan air, dan persentase ruang terbuka hijau yang terus berkurang," ungkapnya."Hal ini disebabkan tidak adanya sinkronisasi dan koordinasi antar lembaga pemerintah dalam penerapan kebijakan mengenai pengelolaan tata ruang kota, ekosistem kota, dan pengelolaan air dan sungai," pungkas Hendra.Dalam aksi tersebut, puluhan massa sempat membakar ban bekas di depan Kantor Wali Kota Medan tepatnya di Jalan Kapten Maulana Lubis dan aksi mereka juga mendapat pengawalan dari pihak Satpol-PP dan Polisi. (mtc/fae)