MATATELINGA, Sibolga: Razia pelajar yang dilakukan oleh satuan Polisi Pamong Praja Sibolga berakhir petaka. Seorang pelajar yang lari karena takut ditangkap karena bolos menyemplung ke sungai Sibuluan. Saat ini pelajar bernama Martin Tamba (17) itu masih belum ditemukan.Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa ini awalnya terjadi saat dia dan sejumlah rekannya membolos sekolah. Saat ditemukan Satpol PP, mereka langsung kabur. "Pada jam pelajaran korban cabut dari sekolah menuju Hutadolok, Kelurahan Sibuluan Nalambok," kata S Waruwu, Babinsa setempat. Mereka lari ke hutan menuju daerah Ramba Goring-goring. Mereka kemudian menyebrang sungai Sibuluan menuju Sibuluan Nauli.Apes bagi Martin, dia hanyut. Remaja Poriaha, Kecamatan Tapian nauli, Kabupaten tapanuli Tengah itu pun belum ditemukan hingga kini. Petugas gabungan masih melakukan upaya pencarian. "Saat ini kita lakukan penyisiran diatas permukaan sungai. Jadi kita lakukan pencarian terus," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Sibolga Beni Setiawan. Tim gabungan pun sudah dibentuk. TNI, Polri, SAR dan aparat terkait lainnya masuk dalam tim. Mereka mengerahkan perahu karet hingga alat selam. Namun tim akan mendapat kesulitan. Aliran Sungai Sibuluan adalah jalur aliran dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas Sibolga. "Saat ini air masih tenang. Karena bendungan Sipansihaporas belum terbuka," ujarnya. Pencarian akan dilakukan higga sore ini. Karena jika dilakukan malam hari, pencarian tidak efektif. "Kita akan hentikan sementara dan melanjutkan pencarian keesokan harinya," tandasnya. (mtc/fae)