MATATELINGA, Medan: Seorang wanita yang begitu perkasa dan tegar serta sekaligus mencintai anaknya. "Karena ibulah kita hadir di dunia ini. Tentu saja, hal ini membuat Ibu menjadi pahlawan sejati dalam hidup kita," sebut orang nomor satu Kepala kepolisian Sumatera Utara, pak Irjen Pol Agus Andrianto SH MH, Jumat (23/11/2018).Kata Kapoldasu Sumut ini, Tidak cukup sampai disitu saja, Ibu juga bersedia mengorbankan segala sesuatunya hanya untukmu, anaknya.Pria dengan bintang dua dipundaknya ini mengaku takut apabila Ibunya meminta air susu yang sudah terisap dan meresap ke tubuhnya meminta itu dikembalikan."Coba bayangkan kalau hal itu terjadi? Apa kita bisa membalasnya? Dari hal kecil seperti itu saja kita tidak bisa membalasnya. Apalagi kalau beliau (Ibu) membicarakan dan meminta ganti semua materi dan waktu yang ia sisihkan buat kita?," sebutnya."Saya hanya takut kalau diminta balikkan air susu yang sudah terisap dan meresap ke badan saya Dinda. Gimana saya balikinnya?," katanya.Maka dari itu, dirinya sangat menghargai dan hormat kepada sang Ibu. Meskipun, akunya, pihaknya tidak sempat berbuat banyak kebaikan kepada Ibunya karena sekarang sudah tiada."Ibu saya orang yang kuat, tegar dan sangat memperhatikan kami sebagai anaknya. Beliau meninggal saat berusia 58 tahun," ujar anak ke 12 dari 15 bersaudara ini.Mantan Wakapolda Sumut ini yang juga anak dari Almarhumah Soedaryati ini mengaku sangat suka apabila Ibunya memasak makanan untuk di makan oleh anak-anaknya, termasuk untuk dirinya."Jadi yang saya ingat sampai sekarang itu, apapun yang di masak oleh ibu, kami selalu menyukainya. Pernah saya mencoba membeli makanan yang dimasak oleh almarhumah, meskipun sama, tapi rasanya berbeda," ujarnya.Penyesalan yang sangat mendalam di diri pria yang diberikan nama Agus Andrianto oleh wanita hebat yang diketahui bernama Soedaryati yang merupakan ibu kandungnya, adalah tidak sempat membuat ibu bahagia."Itu penyesalan saya yang sangat mendalam. Hanya saja kebanggaan saya adalah saat pemakaman ibu saya. Yang manggul jenazah almarhumah ibu saya adalah senior-senior saya di AKABRI Kepolisian waktu itu. Saat beliau meninggal, pangkat saya masih Kopral Taruna," katanya.