MATATELINGA, Medan: Tingkat usia perkawinan di perkotaan lebih rendah dibanding pedesaan, namun ternyata lebih banyak remaja di perkotaan yang sudah menjadi ibu dibanding di pedesaan. Hal ini mencuat dalam Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 yang disampaikan Kepala BKKBN Perwakilan Sumut, Temazaro Zega, Rabu (5/12/2018)."Walaupun BKKBN menganjurkan wanita kawin pertama 21 tahun, bagi pria 25 tahun, tapi masih terdapat dalam masyarakat kita yang menikah di bawah itu. Kalau di kelompok umur, wanita yang berumur 15 hingga 19 tahun, sudah kawin, sudah menjadi ibu. Berapa banyak? Di Sumut 6%,, sementara di kota lebih banyak, 7%, di pedesaan, 4%," ujar Temazaro Zega didampingi Sekretaris, Yusrizal dan Kasubbag Humas, Ari Armawan.Namun lanjut Temazaro, dari hasil survei itu rata-rata wanita usia subur yang sudah memiliki anak di Sumut memiliki median 23,8 tahun, atau di perkotaan 24,4 tahun. Sedangkan di pedesaan 23,3 tahun,"Artinya remaja yang sudah punya anak persentasenya lebih tinggi di perkotaan. Ini juga satu pertanyaan pada kita, apa artinya? Tadi usia kawinnya lebih tinggi di kota, tetapi yang wanita berstatus remaja sudah menjadi ibu teryata lebih tinggi di perkotaan. Artinya, remaja yang kawin dan menjadi ibu lebih tinggi di kota daripada di desa," ujar Dia menyebut, hal itu akan menjadi pedoman data bagi BKKBN untuk mengambil langkah-langkah operasional dalam meningkatkan frekuanesi intensifikasi dari pada segmen sasaran untuk para remaja."Kita tingkatkan terus promosi untuk mendewasakan usia kawin kepada remaja kita," ungkapnya.Temazaro juga mengungkapkan, secara nasional, total fertility rate (TFR) atau total tingkat kesuburan mencapai 2,4, lebih rendah dibanding Sumut 2,9. Namun kata dia, angka yang dicapai Sumut itu cukup signifikan." Tapi jangan salah, karena memang pada awal program KB ini dijalankan di Indonesia tingkat TFR Sumut jauh lebih tinggi dari pada nasional. Di tahun 70 an, Sumut berada pada 7,2, sementara nasional 5,6 .Saat ini, nasional turun menjadi 2,4, sedangkan Sumut 2,9, jadi tidak bisa dibilang lamban di Sumut," ucapnya. (mtc/fae)