Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Banyak Kejanggalan, Polsek Patumbak Dalami Kasus Pembegalan Yogi Anggara

Banyak Kejanggalan, Polsek Patumbak Dalami Kasus Pembegalan Yogi Anggara

- Jumat, 07 Desember 2018 18:43 WIB
mtc/ist
Penyidik Polsek Patumbak menemukan kejanggalan dalam kasus begal yang dilaporkan Yogi Anggara (19) warga Jalan Pertahanan Gang Saudara Dusun III, Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Polisi masih mendalami sejumlah kejanggalan itu
MATATELINGA, Medan: Penyidik Polsek Patumbak menemukan kejanggalan dalam kasus begal yang dilaporkan Yogi Anggara ,19, warga Jalan Pertahanan Gang Saudara Dusun III, Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Polisi masih mendalami sejumlah kejanggalan itu.

Kanit Reskrimum Polsek Patumbak, Iptu Budiman Simanjuntak mengatakan  berdasarkan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda telah terjadi pembegalan. 

"Misalnya, seperti aspal yang rusak atau pecahan body sepeda motor yang disebutkan pelapor sempat terjatuh bersama kendaraannya karena ditentang pelaku," urai Budiman kepada wartawan, Jumat (7/12/2018).

Logikanya lanjut Budiman, kalau orang naik sepeda motor lalu ditentang, tentu korbannya mengalami sejumlah luka atau aspal mengalami bekas seretan kendaraan tersebut. 

"Lagi pula, yang namanya kena sabetan senjata, biasanya luka tersayat atau ada bekas bendolan," sebut Budiman.

Selain itu, sambung Budiman, tidak ada warga yang mengaku melihat atau mengetahui telah terjadi aksi pembegalan. Padahal, menurut warga, biasanya sekira pukul 22.00 WIB, masih ada warga yang melintas di sekitar TKP.

"Tapi, berdasarkan olah TKP yang kita lakukan, tidak ada warga yang mengetahui aksi pembegalan itu. Memang, lokasi terbilang gelap, tapi masih ada rumah di sekitar 100 sampai 200 meter dari TKP. Di bawah jembatan itu juga masih ada rumah ataupun warung," kata Budiman.

Kendati demikian, Budiman menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan laporan kasus begal yang dilaporkan Yogi Anggara pada Selasa (4/12) sekira pukul 22.00 WIB. 

Sebelumnya Yogi dalam laporannya menyebutkan sepeda motor Honda Beat nomor polisi BK 2199 AEO dan uang sebanyak Rp 500 ribu miliknya dirampas dua pelaku menaiki sepeda motor Honda Vario.

Dikatakannya, saat itu, Yogi selesai membeli sepatu di kawasan Jalan Teladan, Kecamatan Medan Kota. Setelah itu, Yogi berniat pulang ke rumahnya melintasi Jalan Sei Tenang, persis di tikungan perkebunan kelapa sawit. Namun, berjarak sekitar 50 meter dari jembatan Desa Sigara-gara, sepeda motor korban dipepet pelaku.

"Begitu dipepet, pelaku langsung menendang korban dari sepeda motornya hingga terjatuh. Pelaku mengayunkan kelewang kepada korban hingga terkena kepalanya," sebut tokoh masyarakat, Saliman ,66.

Dijelaskan Saliman, setelah menghantam kelewang, pelaku memukul tubuh korban menggunakan balok, hingga kemudian membawa kabur sepeda motor korban dan mengambil uangnya.

"Begitu kejadian, korban langsung pulang ke rumahnya dan membuat laporan ke Polsek Patumbak. Kata korban, pelakunya 2 orang dan memakai sebo," terang purnawirawan TNI tersebut.(mtc/amr)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Warga Amankan Terduga Begal di Delitua

Berita Sumut

Begal dan Genk Motor Semakin Meresahkan, Ketua DPRD Medan Minta Seluruh Elemen Masyarakat Punya Kepedulian

Berita Sumut

Polda Sumut Tembak Dua Begal Sadis di Belawan

Berita Sumut

Medan Utara Rawan Begal, Ini Sepasang Kekasih Jadi Korban

Berita Sumut

Fokus Berantas Begal,, Hadi Suhendra Dukung Camat Medan Belawan

Berita Sumut

Tak Sampai 1 x 24 Jam Pembunuh Nita Berhasil Di Amankan