Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Haru !! Janji Pulang untuk Tahun Baru Bersama Ibu, Jefri Malah Jadi Korban KKB di Papua

Haru !! Janji Pulang untuk Tahun Baru Bersama Ibu, Jefri Malah Jadi Korban KKB di Papua

- Sabtu, 08 Desember 2018 11:00 WIB
mtc/ist
Duka mendalam dirasakan keluarga Jefri Simare-mare (28) di Dusun I Desa Sei Belutu, Bamban, Sergai, Sumut. Kesedihan muncul setelah pemuda itu dipastikan menjadi salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papu
MATATELINGA, Sei Bamban: Duka mendalam dirasakan keluarga Jefri Simare-mare (28) di Dusun I Desa Sei Belutu, Bamban, Sergai, Sumut. Kesedihan muncul setelah pemuda itu dipastikan menjadi salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.

"Semalam Kamis, (6/12) pastinya kami tahu memang dia (Jefri) salah satu korbannya," kata Tetti Marlina Simare-mare, kakak Kandung Jefri Simare-mare, Jumat (7/12/2018).

Ibu kandung Jefri, Santi Boru Sirait, tak henti-hentinya menangis. Dia terus  meratapi kepergian anak kedua dari 4 bersaudara itu. 

Kesedihan keluarga semakin mendalam saat mengenang rencana Jefri untuk pulang setelah sekitar 5 tahun merantau ke Papua. Pemuda ini  berjanji akan pulang bulan ini untuk merayakan Tahun Baru bersama ibu dan keluarganya di Bamban. 

"Janjinya pulang bulan 12 ini. Mau Tahun Baruan sama-sama mamak. Dia bilang, 'Mak aku pulang, belum  pernah aku Tahun Baruan sama kalian, udah lama' katanya," cerita Tetti.

Ternyata Jefri memang akan pulang. Tapi dia kembali dalam keadaan tak bernyawa. "Memang rencana dia tahun ini pulang. Tapi bukan pulang hidup. Pulangnya meninggal," sebut Tetti sambil terisak.

Tetti juga bercerita tentang firasat sang ibu saat menonton televisi pada Senin (3/12). Ketika itu hanya disebut ada 31 korban di Nduga.

"Anakkulah salah satunya, mungkin," cerita Tetti mengulang ucapan ibunya.

Sang ibu juga menangis. Keluarganya pun bertanya kepadanya. "Habis itu kita telepon, kenapa nangis? 'Adikmu di sana sudah kena tembak'. Belum tentu itu Mak," cerita Tetti.

Untuk mendapat kepastian, Tetti kemudian menelepon sepupunya yang tinggal di Papua. Dia menanyakan tentang peristiwa itu dan meminta kerabatnya itu untuk mengecek identitas para korban. 

Sepupunya yang ada di Papua kemudian mencari informasi ke Kodam dan Kodim setempat. Dan, firasat ibu terbukti benar. Jefri merupakan salah satu korban. 

"Semalam Kamis, (6/7) pastinya, memang dia (Jefri) salah satu korbannya," ucap Tetti sambil menangis.

Keluarga hanya mendapat kabar duka itu dari kerabat mereka yang ada di Papua. Sementara dari aparat pemerintahan maupun perusahaan tempat Jefri bekerja belum menghubungi mereka.

Dari kerabatnya pula Tetti dan keluarga tahu kalau jenazah Jefri akan tiba di kampung halaman hari ini. Jenazah lebih dulu diterbangkan dari Papua ke Makassar.

Seperti diberitakan, Jefri merupakan salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, belum lama ini. Dia merupakan pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan jembatan Trans Papua. (mtc/fae)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita Sumut

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita Sumut

Kodim 1714/Puncak Peduli Pendidikan Hadiri Penamatan Siswa Sekolah Alkitab Mulia Ke-56 Tahun 2026

Berita Sumut

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU