MATATELINGA, Medan: Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-54, Hari Toilet Sedunia dan Hari AIDS Sedunia, Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM-Indonesia) Medan menggelar bergam acara. Mulai dari acara pentas seni, pameran, olahraga, penilaian toilet sekolah terbaik tingkat SMA/SMK Kota Medan dan acara seminar. Seminar yang digelar di Kampus USM Indonesia mengusung tema 'Aku Cinta Sehat' dan sub tema "Sehat dimulai dari perilaku individu dan keluarga melalui gaya hidup sehat", Sabtu (8/12/2018).Ketua Panitia Seminar Jasmen Manurung, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa acara seminar menghadirkan pembicara dari Kemenkes RI, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia dan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Medan. Peserta seminar terdiri dari mahasiswa S-1 dan S-2 USM Indonesia, pelajar, guru, dosen serta undangan lainnya.Rektor USM-Indonesia Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes dalam sambutannya sekaligus membuka acara seminar menyampaikan bahwa peringatan hari penting dalam bidang kesehatan (Hari Kesehatan Nasional, Hari Toilet Sedunia dan Hari AIDS Sedunia) sudah diperingati sejak November kemarin."Rangkaian kegiatan yang kita gelar adalah event olahraga, pentas seni, pameran, kunjungan ke sekolah-sekolah untuk melakukan penilaian toiletnya, bakti sosial serta kegiatan seminar menghadirkan nara sumber yang kompeten dibidangnya," kata Ivan Elisabeth Purba.Dipandu moderator Dr. Otniel Ketaren, pembicara utama adalah Dr. dr. Vivi Setiawati, M. Biomed (Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat) dengan topik "Aku Cinta Sehat", Hidup sehat dimulai dari perilaku individu dan keluarga melalui gaya hidup sehat. Dalam makalahnya, Vivi Setiawati menyampaikan pentingnya data dalam pengambilan sebuah keputusan."Untuk masalah stunting misalnya, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting (kekurangan gizi). Gaya hidup yang salah juga bisa menyebabkan anak kurang gizi. Banyaknya jajanan anak-anak membuat anak kurang tertarik dengan makanan yang mengandung gizi seimbang, kesehatan ibu selama mengandung serta faktor lainnya," katanya.Pemakalah kedua Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt (Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI Pusat) dengan topik "Praktik Kefarmasian dalam upaya menuju hidup sehat melalui penggunaan obat yang tepat". Dalam materinya, Nurul menekankan pentingnya peningkatan kompeten apoteker di Indonesia. Apoteker tidak hanya cakap dalam meramu obat, tapi apoteker juga harus memiliki kompetensi yang lebih agar bisa bersaing dengan apoteker luar negeri.Untuk materi ketiga dibawakan oleh Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan Drs. Yulius Sacramento tarigan, Apt dengan topik "Tantangan dan Peluang di bidang farmasi dan makanan di era revolusi industri 4.0 dalam rangka menuju hidup sehat dan seimbang"."Kita sudah mengamankan ratusan merk kosmetik yang memiliki kandungan tidak tepat bagi kulit orang Indonesia, masuknya kosmetik dari luar negeri perlu diantisipasi oleh semua kalangan. Hanya karena urusan memutihkan kulit, banyak orang yang akhirnya tertipu dengan produk kosmetik. Kita juga sudah melakukan upaya-upaya untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah yang memproduksi kosmetik agar melengkapi usahanya dengan ijin resmi, melakukan pencerdasan konsumen terhadap obat dan makanan serta kosmetik agar tidak terlalu mudah percaya dengan produk-produk yang tidak jelas ijin edarnya," tandas Yulius Tarigan.