MATATELINGA, Medan : Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Asintel Kejatisu) Leo Simanjuntak menjadi nara sumber pada acara Dialog Publik Cipayung Plus Sumatera Utara dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi dan Hari Hak Asasi Manusia di Amaliun Food Court Jalan Amaliun, Medan, Selasa (11/12/2018).
Dalam paparannya Leo Simanjuntak menyampaikan bahwa Sumatera Utara harus dibangun dengan sikap jujur, transparan dan berintegritas. Setelah bertugas beberapa bulan di Sumut, Leo menyampaikan banyak proyek di Sumut yang tidak benar pengerjaannya.
"Contoh kecil saja, jika melihat proyek pembangunan drainase di sekitar tempat tinggal kita, apakah perencanaannya sudah benar, apakah ganti ruginya jelas dan penanganan dampak penggaliannya tidak mengganggu hak asasi orang lain," tandasnya.
Sebenarnya, kata Leo Simanjuntak untuk mengatasi masalah korupsi hanya satu kuncinya. Coba tanya pada diri sendiri sudah sejauh mana kejujuran dan integritas kita dalam melakukan satu hal. Mulai dari sekarang, kita harus bangun integritas dan jangan pernah mencederai orang lain.
Sementara Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz menyampaikan bahwa peran penting wakil rakyat dalam mengawal pembangunan. Apabila ada sesuatu yang baik keluar dari DPRD Sumut adalah itu produk lembaga, akan tetapi apabila ada sesuatu yang negatif dan tidak baik pastilah itu keluar dari oknum-oknum anggota dewan yang tidak bertanggung jawab.
Secara khusus Muhri Fauzi mengajak seluruh anggota Cipayung Plus Sumut untuk mengawal Pemilu dan Pilpres 2018 agar terhindar dari politik uang. Karena, politik uang ini nantinya yang menjadi cikal bakal melakukan tindakan korupsi.
Cipayung Plus Sumut yang menggelar acara dialog publik terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah (HIMMAH) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Perwakilan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menyampaikan maraknya tingkat korupsi di negeri ini masih perlu kita antisipasi dan permasalahan hak asasi juga masih perlu perhatian dari semua kalangan.