MATATELINGA, Medan : Perayaan Natal Punguan Si Raja Hutapea Boru, Bere/Ibebere Kota Medan Sekitarnya digelar di Wisma Taman Sari, Jalan Kapten Muslim, Medan, Minggu (16 Desember 2018) dihadiri ribuan orang dari 15 sektor yang ada di Kota Medan.
Dengan mengusung tema "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu sudah datang" (Yesaya 60 :1) dan Sub tema "Marilah kita seluruh Punguan Si Raja Hutapea Boru, Bere/Ibebere Kota Medan Sekitarnya menjadi pembawa terang dalam keluarga dan masyarakat sehingga kehidupan ini penuh kedamaian dan penuh kemuliaan Tuhan".
Acara diawali dengan pembukaan dan penyalaan lilin oleh pendeta, Ketua Panitia Natal, Ketua Pengurus Harian Si Raja Hutape Kota Medan, mewakili penasehat, mewakili anggota, mewakili pemuda dan mewakili undangan.
Kata sambutan Ketua Panitia Natal Punguan Si Raja Hutapea Toman Hutapea mengajak seluruh pengurus dan anggota yang hadir untuk tetap saling mengasihi didalam Tuhan.
Menurut Toman Hutapea, perayaan Natal yang dilaksanakan setiap tahun menjadi salah satu wadah pertemuan dan mempererat tali persaudaraan diantara pengurus dan anggota Punguan Si Raja Hutapea Boru, Bere/Ibebere Kota Medan Sekitarnya.
Acara ibadah diisi dengan lagu pujian dan penyembahan kepada Tuhan, liturgi dari 15 sektor yang ada di Kota Medan sekitarnya, vocal solo, vocal group, koor dari beberapa sektor dan liturgi anak-anak gabungan.
Firman Tuhan disampaikan Pdt. Samuel Martua Hutapea, S.Th yang menekankan semua pengurus dan anggota Punguan Si Raja Hutapea Boru, Bere/Ibebere Kota Medan Sekitarnya bangkit dan menjadi terang.
Samuel Hutapea yang juga melayani di GSJA Jalan Gatot Subroto Medan menyampaikan sebuah ilustrasi tentang seorang raja yang sudah pensiun dan memanggil anak-anaknya untuk datang ke istana. Anak yang pertama dan kedua datang membawa sesuatu dihadapan raja.
Anak yang ketiga datang dan menyampaikan bahwa ia tidak membawa apa-apa, tapi hanya membawa sebuah lilin kecil. Saat lampu istana dipadamkan, semua gelap gulita anak yang ketiga menyalakan lilin dan cahayanya menerangi semua ruangan. Saat itu juga, sang ayah berkata kepada anak-anaknya bahwa yang berhak meneruskan tahta adalah anak yang ketiga, karena bijaksana dan bisa membawa terang bagi kerajaan.
"Menjadi teranglah bagi orang lain dan jangan menimbulkan masalah bagi orang lain. Menjadi teladan di dalam keluarga," tandasnya.
Perayaan Natal juga dihadiri Ketua Punguan Si Raja Hutapea Boru, Bere/Ibebere Kota Medan Sekitarnya St. Drs. TM. Hutapea, Apt, Sekretaris Umum Ir. Pangihutan Hutapea, SH, MM, Jhoni Maslan Hutapea, SE, MM serta undangan lainnya.