MATATELINGA, Medan : Badan Narkotika Nasional menyatakan peredaran narkoba sudah sampai hingga ke Desa di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan ada pihak yang sengaja ingin menghancurkan generasi penerus bangsa ini hingga terjadi lost generation pada suatu waktu nanti.
Menurut Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Rudy Hermanto, Minggu (16/12/2018) di Medan bahwa narkotikan dan obat berbahaya (narkoba) yang sebelumnya hanya beredar di kota-kota besar dan kebanyakan dikonsumsi oleh kaum elit, belakangan ini sudah banyak terungkap bahwa narkoba sudah merebak sampai ke desa-desa.
Dari beberapa kasus yang kita baca dan lihat di berbagai media, pengguna narkoba di desa terdiri dari petani, buruh perkebunan, kuli batu serta anak-anak remaja yang ekonomi keluarganya tergolong pas-pasan, tapi sudah terpapar narkoba. Dari pengakuan para pemakai ini, mereka mendapatkan narkoba secara gratis, setelah ketagihan lalu mereka diharuskan beli, kata Rudy Hermanto.
Ada banyak cara yang dilakukan jaringan pengedar narkoba untuk memasarkan barang haram tersebut ke berbagai daerah, lanjut Rudy yang juga calon legislatif DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1 meliputi 11 Kecamatan.
Kekhawatiran kita saat ini, tandas Rudy Hermanto narkoba juga sudah mulai masuk ke dalam areal kampus dengan tertangkapnya mahasiswa melakukan transaksi jual beli narkoba di dalam kampus. BNN memastikan saat ini Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, angka pecandu narkoba sudah melebihi angka 4,9 juta jiwa.
"Jika kita amati secara cermat, banyak kasus narkoba atau penangkapan terhadap pemasok narkoba terutama dari luar negeri seringkali pintu masuknya dari negara-negara tetangga kita. Ada kesan, mereka melepaskan oknum pemasok dengan barangnya jika tujuan akhirnya negara Indonesia. Seperti ada kesan, ada pihak yang dengan sengaja ingin menghancurkan Indonesia lewat narkoba, paparnya.
Menurut Rudy Hermanto, narkoba sudah memengaruhi siapa saja yang bisa terpengaruh, narkoba juga sudah merusak moral orang-orang yang berhasil dirusaknya. Ketergantungan seseorang terhadap narkoba memberi dampak negatif terhadap penggunanya. Kasus perampokan, pencurian dan kasus kejahatan lainnya adalah salah satu turunan dan dampak negatif dari ketergantungan terhadap narkoba.
"Apakah kita akan tinggal diam dan membiarkan para pengedarnya berkeliaran mencari mangsa baru? Kepedulian kita untuk segera melaporkan orang-orang yang mencurigakan disekitar kita ke pihak yang berwajib adalah salah satu upaya untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, paling tidak kita sudah menaruh kepedulian terhadap orang-orang disekitar tempat tinggal kita," tandasnya.
Kita sebenarnya sudah mengetahui bahwa narkoba pasti melemahkan sendi negara, tegasnya. Berapa banyak sudah anggota DPRD yang tertangkap menjadi bandar narkoba dan pemakai narkoba. Di desa-desa ada banyak anak-anak yang terpapar narkoba karena dampak dari pergaulan bebas.
Harapan kami, papar Rudy agar semua orang tua mengawasi keluarganya masing-masing dengan ketat. Antara lain menghidupkan kembali kegiatan olahraga, pengadaan lapangan tenis meja dan kegiatan olahraga lainnya. Hilangnya lapangan bola oleh pengemban juga mengakibatkan generasi muda kehilangan tempat bermain dan tempat mengembangkan potensinya.
Kita harus sepakat, tambahnya bahwa narkoba adalah musuh kita bersama, jangan biarkan narkoba merusak moral generasi muda kita. Merusak moral generasi muda berarti secara perlahan akan merusak moral bangsa kita secara keseluruhan.