MATATELINGA, Medan: Wilayah Sumatera Utara akan memasuki musim panas hingga Maret 2019 mendatang. Namun hujan lokal masih terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Utara.Ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi BBMKG Wilayah l Medan, Syahnan, Selasa (8/1/2018). Syahnan menyebutkan bahwa sejak masuknya awal Januari, Wilayah Sumatera Utara akan memasuki musim panas hingga Maret 2019."Kita sudah mulai memasuki peralihan musim dari hujan ke panas dan itu sudah terjadi sejak awal Januari 2019," katanya."Didaerah pegunungan dan Pantai Barat masih terjadi hujan, walaupun kita masuk musim transisi (peralihan)," imbuhnya.Dari hasil analisis BBMKG bahwa curah hujan terkini pada dasarian III Desember 2018 menunjukkan bahwa secara umum curah hujan wilayah Sumatera Utara berada pada kategori Rendah hingga Menengah (0-150 mm). Hari Tanpa Hujan di Sumatera Utara umumnya memiliki kriteria Masih Ada Hujan hingga Sangat Pendek (1-5 hari tanpa hujan). Bahkan terdapat beberapa wilayah dengan Hari Tanpa Hujan kategori Menengah (11-20 hari tanpa hujan) seperti di Kabupaten Serdang Bedagai. Pada dasarian I Januari 2019, diprakirakan umumnya curah hujan Sumatera Utara berada dalam kategori Menengah (51-150 mm). Adapun wilayah yang diprakirakan memiliki curah hujan kategori Rendah (0-50 mm) meliputi sebagian Kab. Simalungun, Kab. Asahan, Kab. Labuhan Batu, dan Kab. Labuhan Batu Selatan.Normalnya, sebagian besar wilayah Sumatera Utara memasuki periode musim kemarau pertama di bulan Januari. Awal musim kemarau ditandai dengan jumlah curah hujan selama satu dasarian kurang dari 50 mm dan diikuti oleh minimal dua dasarian berikutnya berturut- turut. Berdasarkan analisis curah hujan pada bulan Desember 2018, terdapat beberapa wilayah yang diindikasikan sudah memasuki musim kemarau, yaitu sebagian wilayah pada Zona Musim 6 dan Zona Musim 7 seperti sebagian Wilayah Kabupaten Batubara, Langkat, Serdangbedagai, Simalungun, dan Kota Tebingtinggi. "Kita menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada memasuki peralihan musim ini, mengingat hujan lokal masih terjadi," tutup Syahnan. (mtc/fae)