MATATELINGA, Pakam: Kondisi kesehatan Gilang Tama Alfarizi (4), balita yang mengidap penyakit "tertidur" dikabarkan semakin membaik. Bahkan tim medis juga sudah bisa mendiagnosa penyakit langka yang dialami bocah itu lebih dari sebulan itu."Kalau melihat situasi terakhir tadi dan laporan dokter yang merawat, banyak perbaikan. Tadi kita panggil namanya, kita gerakkan, kira tepuk tangan, dia sudah bereaksi,"ucap dr Hanif Fahri, Direktur UPT RSUD Deli Serdang, Selasa (8/1/2019).Namun saat ini Gilang masih dirawat di RSUD Deli Serdang. Setelah sempat tidak diketahui penyakitnya, bocah yang lama tidak terbangun ini akhirnya didiagnosa mengalami penurunan kesadaran akibat gangguan fungsi otak. "Dari diagnostik dokter memang adik kita ini menderita meningoensefalitis, suatu proses di mana kerusakan atau gangguan fungsi otak, sehingga kondisi dia ada penurunan fungsi kesadaran," jelas Hanif.Diagnosa itu ditegakkan berdasarkan berbagai pemeriksaan yang telah dilakukan tim medis. Mereka telah melakukan pemeriksaan menggunakan MRI, pemeriksaan lumbal, pemeriksaan otak, dan pemeriksaan lain di laboratorium."Memang sangat jelas dan ditegakkan dokter-dokter spesialis kita didiagnosa sebagai meningoensefalitis. Tanda yang paling jelas adalah penurunan kesadaran, degradasi atau penurunan fungsi-fungsi syaraf atau fungsi-fungsi tubuh lainnya," jelas Hanif.Seperti diberitakan, Gilang tidak bangun dari tidurnya sejak Senin (27/11). Padahal sebelumnya putra semata wayang pasangan Sandi Syahputra (25) Prili Mahdania (24), warga Jalan Masjid II Gang Rukun, Desa Sekip Lubuk Pakam, Deli Serdang itu, itu dinyatakan bermain dengan lincah dan gembira.Bocah itu sempat dirawat di RSUD Deli Serdang kemudian dirujuk ke RSUP H Adam Malik di Medan. Namun, belum sempat terdiagnosa, Gilang dibawa pulangBelakangan dia kembali dirawat di RSUD Deli Serdang. Tim medis di sana akhirnya mendiagnosa dia mengalami meningoensefalitis. Kondisinya dilaporkan membaik, dari mulai membuka mata hingga merespons rangsangan dari sekitarnya. (mtc/fae)