MATATELINGA, Asahan: Seorang pria berinisial SN ,31, warga desa pondok Bungur kecamatan rawang Panca Arga Kabupaten Asahan,bikin geger dan gerah anggota Bawaslu kecamatan Rawang maupun komisioner Bawaslukabupaten Asahan, pasalnya SN mengaku ngaku anggota Bawaslu saatada caleg yang sedang melaksanakan pertemuan dengan konstituennya di desa Rawang,dan mengutip sejumlah rupiah untuk memuluskan pertemuan pertemuan tersebut.
Keterangan Murdi ,29, warga rwang Panca Arga kepada Matatelinga.com, Senin (21/1/2019) di RawangPanca Arga membenarkan bahwa SN beberapa hari lalu ada membuatkegaduhan di rumah seseorang yang akan digunakan untuk pertemuan caleg dengankostituennya, SN yang mengaku anggota Bawaslu kecamatan sempatmengancam akan membubarkan pertemuan tersebut, dikarenakan menurut pengakuan SN pertemuan tersebuttidak ada ijin dari Bawaslu, namun acara tersebut dapat dilangsungkan , bilacaleg dimaksud memberikan sejumlah uang tutup mulut, ujarnya.
Lanjut Murdi,kegaduhan tersebut sempat membuat masyarakat setempat berkumpul dan hinggadatangnya anggota Bawaslu kecamatan ke lokasi kejadian, dan pemuda yang melihat kedatangan anggota Bawaslu yang beneran langsung melarikan diri,dan anggota Bawaslu kecamatan rawang Panca Arga mencari pemuda tersebut, namun tidakditemukan, dan akhirnya anggota Bawaslu Kecamatan rawang melakukan mediasi denganpihak keluarganya.
Pada Senin(21/1/2019) sekira pukul 09.30 wib keluarga SN menghantarkannya kePos Pelayanan Polisi yang berada di kecamatan Rawang Panca Arga , ungkapnya .
Secara terpisah Kasat Intel Polres Asahan AKP.Kholis Alfanmelalui Kaur Bin Ops Sat.Intel Iptu.G.Silaban ketika dihubungi melaluiselularnya membenarkan adanya kejadian tersebut, dan saat ini terhadap pemuda mengaku Bawaslumasih dilakukan proses pemeriksaan di unit intel, dan terhadap caleg yang merasadirugikan sampai saat ini belum membuat Laporan Polisi terkait hal tersebut.
Pelaku bukanmerupakan anggota Bawaslu Kecamatan Rawang Panca Arga, pelaku juga memilikikartu identitas yang dikeluarkan oleh salah satu media cetak, namunkebenarannya juga masih diragukan, mengingat pelaku saat di introgasi dalammemberikan jawaban tidak jelas atau melenceng dari pertanyaan yang diajukan,pungkasnya
(ben)